Bola / Bola Dunia
Selasa, 05 Mei 2026 | 14:49 WIB
Suporter Timnas Inggris harus siap merogoh kocek sangat dalam hanya untuk mengikuti pertandingan di fase grup. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kota New Jersey dan Boston menaikkan tarif transportasi secara drastis bagi suporter Piala Dunia 2026 mendatang.
  • Pemerintah New Jersey mengkritik FIFA yang tidak memberikan subsidi transportasi, sementara FIFA membantah tuduhan tersebut secara resmi.
  • Lonjakan harga transportasi memicu protes suporter karena membuat akses menonton pertandingan Piala Dunia menjadi sangat mahal.

Suara.com - Gelombang kritik tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat setelah dua kota dituding mematok tarif transportasi sangat mahal bagi suporter yang ingin menuju stadion pertandingan.

Keluhan terbesar datang dari New Jersey, yang menetapkan harga tiket pulang-pergi sebesar US$150 atau sekitar Rp2,4 juta bagi pemegang tiket pertandingan dari Penn Station New York menuju MetLife Stadium.

Padahal, tarif normal perjalanan serupa untuk konser atau laga olahraga lain hanya sekitar US$12,90.

MetLife Stadium sendiri akan menjadi salah satu venue utama Piala Dunia 2026 dengan total delapan pertandingan, termasuk partai final.

Tak hanya New Jersey, Boston juga menuai sorotan setelah menaikkan harga tiket kereta menuju Gillette Stadium dari biasanya US$20 menjadi US$80 selama turnamen berlangsung.

Direktur eksekutif kelompok suporter Football Supporters Europe, Ronan Evain, menyebut lonjakan harga tersebut sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Toronto Stadium, salah satu venue pertandingan Piala Dunia 2026 di Kanada. (Instagram/@fwc26toronto)

“Ini benar-benar belum pernah terjadi. Di Boston dan New Jersey, semua kelompok suporter sedang mencari alternatif transportasi,” kata Evain dilansir dari Financial Review.

Protes atas mahalnya transportasi memperkuat kritik lama bahwa Piala Dunia 2026 semakin sulit dijangkau fans biasa dan hanya bisa dinikmati kalangan beruang tebal.

Kelompok suporter internasional telah berbulan-bulan mengeluhkan biaya menonton turnamen yang terus membengkak, mulai dari tiket pertandingan, akomodasi, hingga transportasi lokal.

Baca Juga: Profil Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Kanada - Dua Kota Ikonik dan Ambisi di Panggung Dunia

Bahkan fans yang membawa kendaraan pribadi ke MetLife Stadium harus merogoh kocek setidaknya US$225 atau Rp3,7 juta hanya untuk parkir di kawasan American Dream Mall terdekat. Opsi shuttle resmi pun dipatok sebesar US$80 atau Rp1,32 juta.

Pemerintah New Jersey menyalahkan FIFA atas mahalnya ongkos transportasi karena tidak memberikan subsidi untuk mobilisasi suporter.

Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, menyebut pihaknya mewarisi kesepakatan di mana FIFA tidak memberikan dana transportasi sama sekali.

“FIFA memberikan US$0 untuk transportasi Piala Dunia. Sementara NJ Transit harus menanggung tagihan US$48 juta demi mengangkut fans dengan aman, FIFA menghasilkan US$11 miliar,” tulis Sherrill di X.

Namun FIFA membantah tudingan tersebut dan mengaku terkejut dengan pernyataan sang gubernur.

Federasi sepak bola dunia itu menyatakan telah memperbarui kesepakatan pada 2023 agar kota tuan rumah bisa menyediakan transportasi sesuai biaya operasional, demi mengurangi beban finansial mereka.

Load More