Bola / Bola Dunia
Selasa, 05 Mei 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi Tiket Piala Dunia 2026 [Instagram]
Baca 10 detik
  • Industri perhotelan di kota tuan rumah Piala Dunia 2026 melaporkan tingkat reservasi kamar masih jauh di bawah ekspektasi awal.
  • Penyebab utama penurunan reservasi adalah minimnya jumlah wisatawan internasional serta adanya pembatalan pemesanan kamar dalam skala besar oleh FIFA.
  • Kebijakan imigrasi yang ketat serta tingginya biaya pengurusan visa Amerika Serikat menghambat kedatangan suporter asing menuju lokasi perhelatan turnamen.

Suara.com - Industri perhotelan di kota-kota tuan rumah Piala Dunia 2026 menghadapi masalah serius jelang turnamen bergulir.

Enam pekan sebelum kick-off, tingkat pemesanan hotel di banyak lokasi penyelenggara dilaporkan jauh di bawah proyeksi awal.

Survei terbaru dari American Hotel and Lodging Association (AHLA) mengungkap hampir 80 persen hotel di kota tuan rumah mengalami tingkat reservasi yang lebih rendah dari perkiraan.

Bahkan di Kansas City, pemesanan disebut lebih rendah dibanding rata-rata periode Juni atau Juli pada tahun biasa.

“Meski lebih dari lima juta tiket pertandingan telah terjual, permintaan itu belum diterjemahkan menjadi pemesanan hotel yang kuat,” tulis AHLA dalam laporannya seperti dilansir dari New York Times.

Hasil pembagian grup Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Grup I dipastikan jadi grup neraka yang berisikan Prancis, Norwegia, Senegal, dan Irak. Cek daftarnya! [Dok. Philadelphia Soccer 2026]

AHLA menyebut rendahnya reservasi dipicu jumlah wisatawan internasional yang datang lebih sedikit dari prediksi. Selain itu, pembatalan pemesanan dalam jumlah besar oleh FIFA turut membuat banyak kamar hotel mendadak kosong.

Kondisi ini menjadi pukulan bagi industri hotel yang sebelumnya berharap musim panas 2026 akan menjadi periode emas.

Namun, ekspektasi itu belum terwujud. Pelaku industri menilai kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang lebih ketat membuat banyak suporter internasional ragu datang ke negeri tersebut.

“Bagi banyak penggemar, perjalanan ke AS untuk Piala Dunia kini terasa jauh dari sambutan karpet merah,” tulis AHLA.

Baca Juga: Project Freedom Trump Dikecam Iran, Disebut Hanya Bikin Timur Tengah Meledak

Pihak AHLA menyoroti lamanya antrean visa, kenaikan biaya visa, serta ketidakpastian proses masuk ke AS.

Faktor lain seperti kuatnya dolar AS dan kekhawatiran terhadap pemeriksaan bandara juga disebut membuat biaya perjalanan semakin mahal bagi wisatawan asing.

Load More