-
Semen Padang FC resmi terdegradasi ke liga kasta kedua untuk musim depan mendatang.
-
Manajemen menjanjikan evaluasi total dan meminta maaf kepada seluruh pendukung atas kegagalan tim.
-
Harga tiket stadion diturunkan signifikan guna menjaga dukungan suporter di laga-laga sisa.
Suara.com - Kegagalan bertahan di kompetisi kasta tertinggi memaksa manajemen Semen Padang FC melakukan perombakan besar secara menyeluruh.
Keputusan ini diambil setelah tim kebanggaan warga Sumatera Barat tersebut dipastikan terlempar dari persaingan kasta utama Super League.
Langkah evaluasi ini bertujuan memetakan kelemahan teknis maupun non-teknis yang terjadi sepanjang musim berjalan.
Fokus utama manajemen saat ini adalah memulihkan mentalitas juara demi ambisi kembali ke level elit.
Manajemen percaya bahwa perubahan fundamental merupakan satu-satunya jalan untuk memperbaiki prestasi di masa depan.
"Manajemen bersama seluruh elemen tim berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh," kata Chief Executive Officer (CEO) Hermawan Ardianto di Padang, Selasa.
Restrukturisasi tim akan mencakup pemilihan komposisi pemain hingga jajaran kepelatihan untuk musim mendatang.
Upaya ini dilakukan sebagai fondasi awal dalam proses membangun kembali kekuatan klub yang sempat meredup.
Hermawan mengatakan evaluasi menyeluruh tersebut sebagai langkah perbaikan untuk membangun ulang kekuatan tim agar dapat kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola di tanah air.
Baca Juga: Analisis Jean-Paul Van Gastel usai PSIM Dihajar Persib, Soroti Gol Cepat Lawan
"Evaluasi ini untuk meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang," ujar dia.
Pihak klub secara terbuka mengakui bahwa performa sepanjang musim 2025/2026 sangat jauh dari kata memuaskan.
Kekecewaan mendalam yang dirasakan suporter dan masyarakat lokal menjadi perhatian utama jajaran petinggi klub.
Rasa penyesalan disampaikan atas ketidakmampuan tim memenuhi ekspektasi besar untuk bertahan di liga utama.
"Hasil buruk ini tidak sesuai harapan dan berujung pada degradasi tim ke Championship," tutur dia.
Manajemen menyadari bahwa jatuhnya posisi tim ke zona merah merupakan pil pahit bagi seluruh pendukung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen
-
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project
-
Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!
-
Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026