Bola / Bola Dunia
Rabu, 06 Mei 2026 | 08:02 WIB
David Beckham sebut Atletico Madrid seharusnya dihadiahi penalti saat lawan Arsenal. [Dok. IG Arsenal]
Baca 10 detik
  • Arsenal melaju ke final Liga Champions 2025/2026 setelah menang agregat 2-1 atas Atletico Madrid di Emirates Stadium.
  • Wasit Daniel Siebert menganulir potensi penalti Atletico Madrid akibat insiden pelanggaran Riccardo Calafiori terhadap Antoine Griezmann dalam kotak.
  • David Beckham mengkritik keputusan wasit yang mengabaikan pelanggaran terhadap Griezmann demi menghukum Marc Pubil di babak semifinal.

Suara.com - Kelolosan Arsenal ke babak final Liga Champions 2025/2026 ternyata menyisakan sebuah kontroversi.

Legenda sepak bola Inggris, David Beckham menjadi salah satu figur yang secara terbuka menyoroti keputusan wasit yang dinilai merugikan Atletico Madrid.

Dalam laga leg kedua semifinal di Emirates Stadium, Arsenal memang berhasil mengunci kemenangan tipis 1-0 berkat gol tunggal Bukayo Saka.

Hasil ini sudah cukup untuk membawa mereka unggul agregat 2-1 dan melaju ke partai puncak.

Namun, sorotan tajam tertuju pada satu insiden krusial di dalam kotak penalti Arsenal.

Saat itu, bek The Gunners, Riccardo Calafiori terlihat jelas menginjak kaki penyerang Atletico, Antoine Griezmann.

Insiden ini berpotensi besar menghasilkan tendangan penalti bagi tim tamu.

Akan tetapi, wasit Daniel Siebert justru meniup peluit untuk pelanggaran yang terjadi beberapa detik sebelumnya, di mana pemain Atletico, Marc Pubil dianggap melanggar Gabriel Magalhaes.

Keputusan ini secara otomatis menganulir potensi penalti untuk Los Rojiblancos.

Baca Juga: Penantian 20 Tahun, Mikel Arteta: Kami Kembali ke Final Liga Champions

Momen inilah yang memicu reaksi keras dari David Beckham yang sedang menyaksikan laga tersebut dalam sebuah program acara.

Beckham menilai keputusan wasit untuk menghentikan laga lebih awal adalah sebuah kesalahan fatal.

“Ya Tuhan, itu bukan pelanggaran. Sama sekali bukan pelanggaran,” ujar Beckham, merujuk pada pelanggaran yang ditiup untuk Gabriel.

“Justru yang terjadi setelahnya itu pelanggaran jelas. Itu seharusnya penalti,” imbuhnya.

Perdebatan mengenai insiden ini menunjukkan betapa krusialnya setiap keputusan wasit dalam pertandingan dengan tensi setinggi ini.

Meskipun Arsenal pada akhirnya yang berhak melaju, bayang-bayang kontroversi ini tetap menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan mereka menuju partai final.

Load More