- Arsenal melaju ke final Liga Champions 2025/2026 setelah menang agregat 2-1 atas Atletico Madrid di Emirates Stadium.
- Wasit Daniel Siebert menganulir potensi penalti Atletico Madrid akibat insiden pelanggaran Riccardo Calafiori terhadap Antoine Griezmann dalam kotak.
- David Beckham mengkritik keputusan wasit yang mengabaikan pelanggaran terhadap Griezmann demi menghukum Marc Pubil di babak semifinal.
Suara.com - Kelolosan Arsenal ke babak final Liga Champions 2025/2026 ternyata menyisakan sebuah kontroversi.
Legenda sepak bola Inggris, David Beckham menjadi salah satu figur yang secara terbuka menyoroti keputusan wasit yang dinilai merugikan Atletico Madrid.
Dalam laga leg kedua semifinal di Emirates Stadium, Arsenal memang berhasil mengunci kemenangan tipis 1-0 berkat gol tunggal Bukayo Saka.
Hasil ini sudah cukup untuk membawa mereka unggul agregat 2-1 dan melaju ke partai puncak.
Namun, sorotan tajam tertuju pada satu insiden krusial di dalam kotak penalti Arsenal.
Saat itu, bek The Gunners, Riccardo Calafiori terlihat jelas menginjak kaki penyerang Atletico, Antoine Griezmann.
Insiden ini berpotensi besar menghasilkan tendangan penalti bagi tim tamu.
Akan tetapi, wasit Daniel Siebert justru meniup peluit untuk pelanggaran yang terjadi beberapa detik sebelumnya, di mana pemain Atletico, Marc Pubil dianggap melanggar Gabriel Magalhaes.
Keputusan ini secara otomatis menganulir potensi penalti untuk Los Rojiblancos.
Baca Juga: Penantian 20 Tahun, Mikel Arteta: Kami Kembali ke Final Liga Champions
Momen inilah yang memicu reaksi keras dari David Beckham yang sedang menyaksikan laga tersebut dalam sebuah program acara.
Beckham menilai keputusan wasit untuk menghentikan laga lebih awal adalah sebuah kesalahan fatal.
“Ya Tuhan, itu bukan pelanggaran. Sama sekali bukan pelanggaran,” ujar Beckham, merujuk pada pelanggaran yang ditiup untuk Gabriel.
“Justru yang terjadi setelahnya itu pelanggaran jelas. Itu seharusnya penalti,” imbuhnya.
Perdebatan mengenai insiden ini menunjukkan betapa krusialnya setiap keputusan wasit dalam pertandingan dengan tensi setinggi ini.
Meskipun Arsenal pada akhirnya yang berhak melaju, bayang-bayang kontroversi ini tetap menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan mereka menuju partai final.
Berita Terkait
-
Respons Vincent Kompany Usai Mikel Arteta Sindir Soal Jadwal Liga
-
Arsenal ke Final Liga Champions, Wenger Bungkam Kritik soal Selebrasi Arteta
-
Berapa Kali Arsenal Pernah Lolos ke Final Liga Champions?
-
Mikel Arteta Sebut Lolos ke Final Liga Champions sebagai Malam Terbaik dalam Kariernya
-
Declan Rice Semringah usai Bawa Arsenal ke Final Liga Champions, Kirim Pesan untuk Suporter
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Siapa Keanu Sanjaya? Pahlawan Timnas Indonesia U-17 yang Pernah Cicipi Latihan di Klub Spanyol
-
Respons Vincent Kompany Usai Mikel Arteta Sindir Soal Jadwal Liga
-
Arsenal ke Final Liga Champions, Wenger Bungkam Kritik soal Selebrasi Arteta
-
Berapa Kali Arsenal Pernah Lolos ke Final Liga Champions?
-
Buka Suara soal Dugaan Rasisme, Henry Doumbia: Saya Yakin dengan Apa yang Saya Dengar
-
Athletic Club Resmi Tunjuk Edin Terzic sebagai Pelatih Baru
-
Phil Foden akan Perpanjang Kontrak di Manchester City hingga 2030
-
Mikel Arteta Sebut Lolos ke Final Liga Champions sebagai Malam Terbaik dalam Kariernya
-
Declan Rice Semringah usai Bawa Arsenal ke Final Liga Champions, Kirim Pesan untuk Suporter
-
Penantian 20 Tahun, Mikel Arteta: Kami Kembali ke Final Liga Champions