-
Didier Drogba adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa Pantai Gading dengan 65 gol dan memimpin negaranya di tiga edisi Piala Dunia (2006, 2010, 2014).
-
Peran krusial Drogba di luar lapangan terbukti saat ia membantu proses perdamaian perang saudara di Pantai Gading melalui pengaruhnya sebagai kapten tim nasional.
-
Drogba merupakan ikon Chelsea dan Afrika pertama yang mencapai 100 gol di Premier League, serta memenangkan dua gelar Pemain Terbaik Afrika selama kariernya.
"Kami berjanji kepada Anda bahwa perayaan ini akan menyatukan orang-orang, hari ini kami memohon kepada Anda dengan berlutut, ampunilah, satu-satunya negara di Afrika dengan begitu banyak kekayaan tidak boleh tenggelam dalam perang, silakan letakkan senjata Anda dan adakan pemilihan umum."
Kebangkitan Melawan Jepang di 2014
Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, pengaruh magis Drogba terlihat jelas saat ia masuk sebagai pemain pengganti dalam laga pembuka melawan Jepang.
Hanya dalam waktu empat menit setelah ia menginjakkan kaki di lapangan, Pantai Gading berhasil membalikkan keadaan dari tertinggal 0-1 menjadi menang 2-1.
Kehadirannya memberikan dampak psikologis yang luar biasa bagi rekan setim dan menciptakan ketakutan di lini pertahanan lawan meski ia tidak mencetak gol langsung.
Warisan terbesar Didier Drogba adalah trasformasi mentalitas pesepak bola Afrika yang kini lebih dipandang secara terhormat di level kompetisi tertinggi Eropa.
Ia dua kali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika dan menjadi pemain Afrika pertama yang mencetak 100 gol di Premier League Inggris.
Di luar lapangan, yayasannya terus bergerak membangun rumah sakit dan sekolah, memastikan bahwa dampak namanya tetap hidup jauh setelah ia gantung sepatu.
Drogba tetap menjadi standar emas bagi setiap penyerang muda yang bermimpi untuk tampil membela negaranya di ajang sebesar Piala Dunia.
Baca Juga: Lionel Messi Bidik 3 Rekor Kelas Dewa di Piala Dunia 2026, Ronaldo Makin Ketinggalan
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Kasus Dugaan Gratifikasi Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Pusat
-
Purbaya Akui Masih Deg-degan Meski Industri Otomotif RI Tumbuh per Juni 2026
-
Sudah Dibuka Hari Ini! Jadwal Pendaftaran Upacara di Istana 2026, Cek Link Resmi dan Cara Daftarnya
-
Negara Agraris Tanpa Regenerasi Petani, Sampai Kapan?
-
Marc Ter Stegen Resmi Direkrut Ajax, Jordi Cruyff Bakal Buang Maarten Paes?
-
Kasus Yusrizal Pasien BPJS: Ketika Empati Tak Bisa Ditawar dalam Profesi Dokter
-
Bromo Membara di Blok Bantengan: Jalur Jemplang-Senduro Ditutup
-
Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel
-
10 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta untuk Keluarga, dari yang Irit hingga Jagoan Tanjakan
-
Yang Mana Duluan, Bedak Tabur atau Bedak Padat? Ini Urutan Pemakaian yang Benar