Bola / Bola Dunia
Kamis, 07 Mei 2026 | 10:12 WIB
Pemilik klub Andorra, Gerard Pique. (Instagram/@kingsleague_es)
Baca 10 detik
  • Gerard Pique dan dua petinggi klub Andorra dijatuhi sanksi larangan beraktivitas serta skorsing akibat menghina perangkat pertandingan.
  • Hukuman diberikan setelah laga divisi kedua Liga Spanyol melawan Albacete yang berakhir dengan kekalahan klub Andorra.
  • Klub Andorra dikenakan denda finansial serta kewajiban penutupan area VIP selama dua pertandingan kandang di masa depan.

Suara.com - Pemilik klub Andorra, Gerard Pique, dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di sepak bola Spanyol selama dua bulan dan skorsing enam pertandingan setelah dianggap melakukan tindakan tidak pantas terhadap perangkat pertandingan.

Sanksi tersebut dijatuhkan setelah Andorra kalah 0-1 dari Albacete pada laga divisi kedua Liga Spanyol akhir pekan lalu.

Wasit Alonso de Ena Wolf dalam laporan pertandingan menyebut Pique bersama dua petinggi Andorra lainnya, yakni Ferran Vilaseca dan Jaume Nogues, melontarkan hinaan kepada tim wasit saat jeda pertandingan dan setelah laga berakhir.

Selain Pique, direktur olahraga Jaume Nogues juga menerima hukuman skorsing enam pertandingan dan larangan aktivitas selama dua bulan. Sementara itu, Presiden klub Ferran Vilaseca dijatuhi larangan empat bulan.

Hukuman tersebut membuat ketiganya tidak dapat menjalankan aktivitas resmi di bawah Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) selama masa sanksi berlangsung.

Tak hanya itu, Andorra juga dikenai denda sebesar 1.500 euro atau sekitar Rp30 juta serta diwajibkan menutup area presidential box dan VIP dalam dua laga kandang berikutnya.

Menurut laporan, Pique sempat mengatakan kepada perangkat pertandingan agar meninggalkan stadion dengan pengawalan demi menghindari serangan setelah gol menit ke-86 Jonathan Gomez memastikan kemenangan Albacete.

Mantan bek Barcelona itu juga disebut mengatakan, “Di negara lain kalian bisa dipukuli, tetapi kami masih beradab di Andorra.”

Sementara itu, Nogues dituduh mengatakan, “Saya harap Anda mengalami kecelakaan”, sedangkan Vilaseca disebut mencoba menyerang delegasi pertandingan yang mendampingi tim wasit.

Baca Juga: AS Monaco Ingin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona

Ini bukan pertama kalinya Pique berselisih dengan wasit dalam beberapa waktu terakhir. Pada April lalu, ia juga mengecam keputusan wasit dengan menyebut adanya “perampokan bersejarah” saat Andorra bermain imbang 3-3 melawan Malaga.

Kekalahan dari Albacete sekaligus mengakhiri tren empat kemenangan beruntun Andorra dan membuat peluang mereka lolos ke playoff promosi menuju LaLiga semakin tipis. Dengan empat pertandingan tersisa, Andorra tertinggal delapan poin dari zona enam besar.

Pique mengambil alih Andorra pada 2018 ketika klub masih berada di kasta kelima sepak bola Spanyol. Sejak itu, ia berhasil membawa klub promosi hingga divisi kedua sebelum sempat terdegradasi dan kembali naik ke kasta ketiga.

Load More