-
Australia mengadopsi gaya penguasaan bola modern untuk meningkatkan daya saing di Piala Dunia 2026.
-
Kolaborasi pemain muda dan senior menjadi kunci utama Socceroos dalam menghadapi tim elit dunia.
-
Kreativitas serangan dan produktivitas gol masih menjadi catatan evaluasi penting bagi pelatih Tony Popovic.
Suara.com - Timnas Australia kembali bersiap tampil di Piala Dunia 2026. Meski tak selalu dijagokan, tim berjuluk Socceroos ini dikenal sulit ditaklukkan di turnamen besar.
Australia datang dengan perpaduan pemain muda dan senior yang mulai matang. Mereka juga punya pengalaman panjang tampil di Piala Dunia dalam dua dekade terakhir.
Pada Piala Dunia 2022 lalu, Australia sukses menembus babak 16 besar sebelum disingkirkan Argentina selaku juara. Pencapaian itu menjadi modal penting untuk kembali membuat kejutan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Kini, Socceroos mencoba membangun generasi baru yang lebih agresif dan modern dalam bermain. Sejumlah pemain mereka juga mulai rutin tampil di liga-liga Eropa.
Bidik Kejutan Baru di Piala Dunia 2026
Australia menatap Piala Dunia 2026 dengan optimisme tinggi. Mereka tampil cukup konsisten sepanjang babak kualifikasi zona Asia.
Selain mengandalkan kekuatan fisik, Australia kini juga mulai nyaman bermain dengan penguasaan bola. Hal itu membuat permainan mereka lebih fleksibel dibanding era sebelumnya.
Dalam beberapa laga uji coba terakhir, Australia menunjukkan organisasi permainan yang disiplin dan transisi cepat saat menyerang balik.
Profil dan Performa Terkini
Baca Juga: Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
Julukan: Socceroos
Pelatih: Tony Popovic
Kapten: Mathew Ryan
Ranking FIFA: 27 (April 2026)
Penampilan Piala Dunia: 7 (1974, 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, 2026)
Australia dikenal sebagai salah satu negara Asia paling konsisten di Piala Dunia. Sejak 2006, mereka hampir selalu berhasil lolos ke putaran final.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan