-
Iran menuntut jaminan FIFA agar militer IRGC tidak dihina selama Piala Dunia berlangsung.
-
Keikutsertaan Timnas Iran bergantung pada perlakuan otoritas Amerika Serikat terhadap delegasi resmi mereka.
-
Ketua Federasi Iran menegaskan bahwa status tuan rumah adalah FIFA, bukan pemerintah Amerika Serikat.
Suara.com - Partisipasi Timnas Iran pada putaran final Piala Dunia 2026 kini bergantung pada jaminan kehormatan bagi institusi militer mereka.
Ketua Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, menegaskan perlunya komitmen tertulis agar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tidak dilecehkan.
Tuntutan ini muncul menyusul ketegangan diplomatik yang melibatkan perlakuan otoritas imigrasi negara Barat terhadap delegasi resmi Iran sebelumnya.
Mehdi Taj menyatakan bahwa kehadiran timnya di Amerika Serikat memerlukan kepastian bahwa simbol negara mereka akan tetap dihormati sepenuhnya.
Sikap tegas ini diambil untuk mencegah terulangnya diskriminasi perjalanan yang dialami pejabat sepak bola Iran saat memasuki wilayah Amerika Utara.
“[Pihak] Amerika, jika mereka menjamin untuk tidak menghina institusi militer kami dan IRGC, kami akan pergi,” tegas Taj kepada media pemerintah IRIB.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Iran tidak akan menoleransi segala bentuk provokasi politik di luar arena pertandingan sepak bola.
“Jika mereka memberikan jaminan sedemikian rupa sehingga insiden seperti Kanada tidak terjadi dan mereka benar-benar memastikannya, kami akan pergi,” tambahnya.
Langkah ini dipicu oleh pengalaman pahit delegasi FFIRI yang terpaksa membatalkan kunjungan ke Vancouver setelah mendapat perlakuan buruk di Toronto.
Baca Juga: Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off
Saat itu, otoritas setempat menolak masuknya Mehdi Taj dan tim karena dianggap memiliki keterkaitan erat dengan organisasi militer tersebut.
Pihak FFIRI memberikan pernyataan resmi mengenai penolakan tersebut melalui keterangan tertulis yang merujuk pada marwah institusi bersenjata mereka.
“Mereka [delegasi] kembali ke Turkiye dengan penerbangan pertama yang tersedia karena perilaku petugas imigrasi di bandara yang tidak dapat diterima dan penghinaan terhadap salah satu organ paling terhormat dari angkatan bersenjata bangsa Iran,” jelas FFIRI.
Sebagai tindak lanjut, Mehdi Taj dijadwalkan terbang ke Zurich untuk berdialog langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, bulan ini.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk memastikan tidak ada pembatasan masuk atau tindakan tidak hormat bagi seluruh ofisial tim yang berangkat.
“Kami membutuhkan jaminan di sana, untuk perjalanan kami, bahwa mereka tidak berhak menghina simbol sistem kami – terutama Korps Garda Revolusi Islam,” ujar Taj.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kabar Langit bagi Chelsea: Dua Bintang Besar Pulih Jelang Lawan Liverpool
-
Persis Solo vs Persebaya di Stadion Manahan, Polisi Siaga Penuh
-
Cedera Tak Kunjung Sembuh, Bek Borussia Dortmund Pilih Langkah Mengejutkan
-
Laga Hidup Mati Kontra Adhyaksa FC, Rahmad Darwan 'Bakar' Semangat Pemain Persipura
-
Indra Sjafri Hingga Bambang Pamungkas Bakal Ramaikan Tayangan Piala Dunia 2026
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Matthias Sindelar: Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Arsenal Bisa Kalahkan PSG di Final Liga Champions Asal Pakai Taktik Ini
-
Piala Dunia 2026: Henry Ramal Argentina, Prancis, dan Spanyol Mendominasi, Siapa Juaranya?