-
Jibril Rajoub menolak bersalaman dengan wakil Israel sebagai bentuk protes atas agresi militer.
-
Presiden PFA mendesak FIFA menghapus standar ganda dalam menerapkan sanksi hukum internasional.
-
Infrastruktur olahraga Palestina hancur total akibat serangan yang menewaskan puluhan ribu warga sipil.
"Tidak mungkin ada standar ketat dalam isu internasional lainnya dan standar yang berbeda ketika menyangkut Palestina. Kami tidak meminta perlakuan khusus tetapi agar hukum diterapkan secara sama kepada semua tanpa pengecualian," ucap Rajoub.
Rajoub secara kritis menyoroti inkonsistensi badan sepak bola dunia dalam menerapkan regulasi terhadap berbagai konflik di belahan bumi lain.
Ia menuntut agar hukum FIFA ditegakkan tanpa pandang bulu, terutama terkait rasisme sistemik yang mulai diakui keberadaannya dalam tubuh IFA.
Meskipun pengakuan internasional berjalan lambat, Palestina tetap optimis untuk membangun momentum hukum pada fase-fase berikutnya di FIFA.
Perjuangan ini dipandang bukan sebagai kampanye hubungan masyarakat, melainkan upaya murni berdasarkan dokumen hukum yang sah dan valid.
“Kami tidak melawan dalam pertempuran hubungan masyarakat atau membuat pernyataan politik. Kami bertempur dalam pertempuran berdasarkan berkas hukum yang jelas, dan jika ditangani sesuai hukum dan peraturan tanpa standar ganda, itu cukup untuk menjatuhkan sanksi pada federasi Israel, termasuk membekukan atau mengeluarkannya,” ujar Rajoub.
Saat ini, kondisi fisik fasilitas olahraga di Gaza dan Tepi Barat berada dalam titik terendah akibat kerusakan masif yang terus berulang.
Lebih dari 72.000 warga Palestina telah menjadi korban jiwa, yang di dalamnya termasuk banyak talenta muda dari dunia sepak bola.
Pembatasan akses antar kota di Tepi Barat membuat penyelenggaraan turnamen domestik menjadi hampir tidak mungkin untuk dilakukan secara rutin.
Baca Juga: Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
Meskipun harus meminjam dana untuk menjalankan program, PFA tetap berkomitmen menjadikan sepak bola sebagai simbol ketahanan nasional rakyatnya.
Ketegangan ini memuncak dalam Kongres FIFA 2026 di Vancouver, Kanada, saat Jibril Rajoub menolak permintaan Gianni Infantino untuk bersalaman dengan Basim Sheikh Suliman. Isu ini berakar pada agresi militer yang telah menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil di Gaza sejak akhir tahun 2023.
PFA kini terus mendesak FIFA untuk menerapkan sanksi berupa pembekuan keanggotaan terhadap Israel atas pelanggaran wilayah geografis dan nilai kemanusiaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
-
Real Madrid Memanas! Federico Valverde Dilarikan ke RS Usai Baku-hantam dengan Tchouameni
-
Kabar Langit bagi Chelsea: Dua Bintang Besar Pulih Jelang Lawan Liverpool
-
Persis Solo vs Persebaya di Stadion Manahan, Polisi Siaga Penuh
-
Cedera Tak Kunjung Sembuh, Bek Borussia Dortmund Pilih Langkah Mengejutkan
-
Laga Hidup Mati Kontra Adhyaksa FC, Rahmad Darwan 'Bakar' Semangat Pemain Persipura
-
Sambut Piala Dunia 2026, Lay's Buat Euforia Nobar Makin Meriah
-
Indra Sjafri Hingga Bambang Pamungkas Bakal Ramaikan Tayangan Piala Dunia 2026
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Matthias Sindelar: Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia