News / Internasional
Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB
Ilustrasi Bendera Hizbullah. (istockphoto.com/shmooj)
Baca 10 detik
  • Serangan udara Israel menghantam wilayah Ghobeiri, Beirut selatan, pada Rabu, 6 Mei 2026, menargetkan basis kuat kelompok Hizbullah.
  • Operasi militer tersebut menewaskan Malek Ballout, seorang komandan senior dari pasukan elite Radwan milik kelompok Hizbullah tersebut.
  • Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengonfirmasi serangan dilakukan demi menjamin keamanan warga Israel dari ancaman serangan kelompok militan.

Suara.com - Serangan udara Israel kembali menghantam pinggiran selatan Beirut pada Rabu (6/5/2026). Dalam operasi tersebut, seorang komandan senior Hizbullah dilaporkan tewas.

Menurut laporan AFP, target serangan adalah komandan dari pasukan elite Radwan milik Hizbullah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi langsung operasi tersebut.

Netanyahu menyebut militernya memang menargetkan komandan pasukan Radwan Hizbullah.

Sumber yang dekat dengan Hizbullah mengatakan kepada AFP bahwa korban tewas adalah Malek Ballout, yang disebut menjabat sebagai komandan operasi pasukan Radwan.

Sementara itu, National News Agency melaporkan bahwa jet tempur Israel menyerang wilayah Ghobeiri di Beirut selatan, kawasan yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah.

Jurnalis AFP di lokasi menyaksikan kepulan asap tebal membumbung dari area yang menjadi sasaran serangan.

Israel serang Lebanon (Antara)

Serangan terbaru ini menjadi yang pertama di wilayah tersebut dalam hampir satu bulan terakhir.

Sebelumnya, Beirut dan kawasan selatan relatif jarang menjadi target sejak gelombang serangan besar Israel pada 8 April yang menewaskan ratusan orang di berbagai wilayah Lebanon.

Baca Juga: Rekaman Bocor! Benjamin Netanyahu Bongkar Strategi Rahasia Israel Kalahkan Iran

Operasi militer Israel kali ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap peluang negosiasi damai di kawasan.

Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan ada peluang yang sangat baik untuk tercapainya kesepakatan dengan Iran.

Konflik di Lebanon semakin memburuk setelah Hizbullah mulai menyerang Israel pada 2 Maret sebagai bentuk dukungan terhadap Iran, sekutu utamanya di kawasan.

Sejak konflik meningkat, ribuan korban dilaporkan jatuh di Lebanon dan lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi dari wilayah selatan, timur Lebanon, hingga pinggiran Beirut.

Walaupun gencatan senjata mulai diberlakukan pada 17 April, bentrokan masih terus terjadi.

Israel tetap melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah Lebanon, sementara Hizbullah membalas dengan serangan terhadap posisi militer Israel.

Load More