Pantai Gading menargetkan lolos dari babak grup Piala Dunia 2026 dengan skuad baru.
Kombinasi talenta muda dan pemain senior di liga Eropa menjadi modal utama Les Elephants.
Tim asuhan Emerse Fae mengandalkan kecepatan sayap dan fisik kuat untuk mengancam lawan.
Suara.com - Timnas Pantai Gading kembali membawa ambisi besar menuju Piala Dunia 2026. Negara yang dikenal dengan julukan Les Éléphants atau Gajah Afrika itu ingin kembali membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan terbaik dari Benua Afrika.
Pantai Gading datang dengan skuad yang dipenuhi pemain muda berbakat dan sejumlah nama berpengalaman yang tampil di kompetisi elite Eropa. Kombinasi itu membuat mereka menjadi tim yang patut diwaspadai di turnamen nanti.
Setelah sempat mengalami masa transisi usai era emas Didier Drogba dan Yaya Touré, Pantai Gading perlahan bangkit. Mereka kini memiliki generasi baru yang dinilai mampu membawa kejayaan baru di level dunia.
Keberhasilan menjuarai Piala Afrika beberapa waktu lalu juga meningkatkan kepercayaan diri tim. Mental bertanding mereka kini semakin matang untuk menghadapi persaingan di Piala Dunia 2026.
Pantai Gading Ingin Kembali Jadi Ancaman
Pantai Gading menatap Piala Dunia 2026 dengan semangat besar. Mereka ingin melampaui pencapaian sebelumnya yang belum pernah melewati babak grup.
Permainan Pantai Gading kini dikenal lebih cepat dan agresif. Mereka mengandalkan kekuatan fisik khas Afrika yang dipadukan dengan teknik individu mumpuni.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, Pantai Gading menunjukkan kualitas serangan balik yang berbahaya. Lini depan mereka juga dihuni pemain-pemain dengan kecepatan tinggi.
Profil dan Performa Terkini
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Henry Ramal Argentina, Prancis, dan Spanyol Mendominasi, Siapa Juaranya?
Julukan: Les Éléphants
Pelatih: Emerse Faé
Kapten: Franck Kessié
Ranking FIFA: 34 (April 2026)
Penampilan Piala Dunia: 4 (2006, 2010, 2014, 2026)
Pantai Gading pernah menjadi salah satu tim paling ditakuti di Afrika pada era 2000-an. Kini mereka mencoba mengulang kejayaan tersebut dengan wajah baru yang lebih segar.
Kekuatan dan Taktik
Pantai Gading memiliki lini tengah yang kuat dan agresif. Franck Kessié menjadi motor permainan dengan kemampuan bertahan sekaligus membantu serangan.
Selain itu, mereka memiliki banyak pemain cepat di sektor sayap yang mampu membuka ruang. Transisi menyerang Pantai Gading sering kali berlangsung sangat cepat dan sulit dihentikan.
Pertahanan mereka juga semakin solid berkat pengalaman pemain yang tampil di liga top Eropa. Pantai Gading cukup disiplin ketika menghadapi tekanan lawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati