-
Messi mengakui Argentina tetap favorit juara namun mewaspadai kekuatan tim nasional negara pesaing lainnya.
-
Prancis, Brasil, Spanyol, dan Portugal disebut sebagai ancaman utama bagi ambisi juara Argentina.
-
Nicolas Otamendi siap bermain di laga pembuka melawan Aljazair setelah lepas dari sanksi.
Suara.com - Lionel Messi menegaskan komitmen Argentina untuk mempertahankan takhta juara dunia meski harus menghadapi kepungan tim-tim elit di Piala Dunia 2026.
Sang kapten melihat persaingan menuju podium tertinggi akan jauh lebih berat dibandingkan edisi sebelumnya.
Meskipun status juara bertahan melekat, Messi meminta pendukungnya untuk tetap bersikap realistis melihat peta kekuatan lawan.
Kehadiran tim-tim dengan komposisi pemain yang lebih matang menjadi perhatian utama bagi bintang Inter Miami tersebut.
Argentina kini fokus mengasah mentalitas juara di tengah tantangan teknis yang sedang menghantam skuad mereka.
Kondisi fisik pemain menjadi perhatian serius bagi tim nasional Argentina dalam menatap kompetisi akbar musim panas ini.
Beberapa pilar penting dilaporkan mengalami masalah kebugaran yang bisa memengaruhi ritme permainan secara kolektif.
Meski demikian, Messi meyakini kekuatan mental kelompoknya akan menjadi pembeda saat mereka berkumpul di lapangan hijau.
"Sejujurnya, kami datang dengan baik," kata Messi.
Baca Juga: Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli
"Meskipun ada banyak pemain yang mengalami cedera atau kurang ritme karena satu hal atau lainnya, kenyataannya ketika grup ini bersatu, kami telah menunjukkan bahwa ini adalah grup yang bersaing, yang selalu ingin menang, yang memberikan segalanya untuk mencoba mencapai tujuan. Ini adalah Piala Dunia. Kami tahu Piala Dunia selalu sulit karena tim-tim nasional yang ada di sana."
Messi secara terbuka mengakui bahwa ada beberapa negara yang secara organisasional tampil lebih solid saat ini.
Ia tidak ingin para penggemar hanya terbuai oleh ekspektasi besar tanpa melihat realitas perkembangan sepak bola dunia.
"Anda harus bermimpi seperti orang Argentina yang selalu bermimpi ketika ada kompetisi resmi, Copa América atau Piala Dunia, tetapi juga mengetahui bahwa ada favorit lain di depan kami yang datang lebih baik sebagai grup, sebagai tim nasional. Argentina ini akan selalu pergi untuk bersaing dan memberikan segalanya."
Bagi pemain berusia 39 tahun tersebut, kerendahan hati adalah kunci untuk menghadapi persaingan yang semakin kompetitif.
Argentina akan tetap menunjukkan karakter petarung sebagaimana sejarah panjang mereka di turnamen bergengsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey