Bola / Bola Indonesia
Senin, 11 Mei 2026 | 20:30 WIB
Kisah Jose Luis Chilavert, kiper legendaris Paraguay yang mencetak 67 gol dan tiga kali terbaik dunia. Warisannya menginspirasi menuju Piala Dunia 2026. [Dok. wallpapers.com]
Baca 10 detik
  • Jose Luis Chilavert adalah legenda kiper asal Paraguay yang mempelopori peran penjaga gawang modern pencetak gol.
  • Ia mencatatkan 67 gol sepanjang karier dan meraih gelar kiper terbaik dunia versi IFFHS tiga kali.
  • Dedikasi serta mentalitas kuat Chilavert memberikan warisan inspirasi bagi Timnas Paraguay menuju Piala Dunia 2026.

Salah satu momen fenomenal terjadi saat ia mencetak gol dari jarak 60 meter yang mengejutkan kiper River Plate, German Burgos.

Federasi Sejarah dan Statistik Sepak Bola Internasional (IFFHS) menobatkannya sebagai penjaga gawang terbaik dunia pada 1995, 1997, dan 1998.

MOMEN IKONIK PIALA DUNIA

Membuat Sejarah Baru di Prancis

Kehebatan Chilavert dalam mengeksekusi bola mati tersaji di panggung besar saat Paraguay menghadapi Bulgaria pada Piala Dunia 1998.

Pada menit ke-72, ia mencatat sejarah sebagai penjaga gawang pertama yang mengambil tendangan bebas langsung di putaran final turnamen global.

Meski tembakannya ke sudut atas gawang berhasil ditepis Zdravko Zdravkov, momen tersebut tetap dikenang sebagai peristiwa sensasional.

Usai laga melawan tuan rumah Prancis, sang kapten melontarkan pernyataan ikonik:

“Sekarang orang Prancis tahu di mana letak Paraguay.”

Baca Juga: Kiper Barcelona Joan Garcia Masuk Skuad Timnas Spanyol Untuk Piala Dunia 2026

Intimidasi Lawan di Babak Kualifikasi

Menjelang Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang, Chilavert harus menjalani skorsing akibat meludahi bek Brasil, Roberto Carlos, pada babak kualifikasi.

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pembelaan diri setelah menuduh pemain Brasil itu melontarkan hinaan rasial.

“Pada tendangan sudut pertama, setelah dia meminta pelanggaran, orang cebol ini berteriak kepada saya: ‘Bangun, Indian!’,” ungkapnya.

“Ketika pertandingan hampir berakhir, saat kami saling menyapa, dia berkata: ‘Indian, kami menang 2-0, Anda adalah bencana,’ lalu dia memukul saya,” lanjutnya.

“Saat itulah saya membela diri dan meludahinya,” tambahnya.

Load More