Bola / Bola Dunia
Selasa, 12 Mei 2026 | 20:05 WIB
Fares Ghedjemis membuktikan bahwa penolakan klub profesional bukanlah akhir dari segalanya bagi seorang pesepak bola berbakat. Winger lincah ini bertransformasi dari pemain liga amatir Prancis menjadi bintang yang kini siap mengguncang panggung Serie A. (FIFA)
Baca 10 detik
  • Fares Ghedjemis berhasil menembus Serie A setelah sempat terpuruk di liga amatir Prancis.

  • Debut impresifnya bersama Timnas Aljazair ditandai dengan gol perdana melawan timnas Guatemala.

  • Ghedjemis menjadi inspirasi bagi pemain muda untuk tetap percaya diri meski menghadapi penolakan.

Suara.com - Fares Ghedjemis membuktikan bahwa penolakan klub profesional bukanlah akhir dari segalanya bagi seorang pesepak bola berbakat. Winger lincah ini bertransformasi dari pemain liga amatir Prancis menjadi bintang yang kini siap mengguncang panggung Serie A.

Lompatan kariernya sangat fenomenal karena ia hanya butuh 18 bulan untuk naik dari kasta kelima menuju liga elit. Ia mengabaikan jalur konvensional akademi setelah sempat ditolak oleh Troyes dan Le Havre empat tahun silam.

Ketangguhan mental Ghedjemis terlihat saat ia memilih membangun ulang reputasinya di klub-klub kecil seperti Evreux dan Vannes. Di tengah kerasnya kompetisi kasta bawah, ia berhasil mencetak angka statistik yang memikat mata pemandu bakat internasional.

Fares Ghedjemis membuktikan bahwa penolakan klub profesional bukanlah akhir dari segalanya bagi seorang pesepak bola berbakat. Winger lincah ini bertransformasi dari pemain liga amatir Prancis menjadi bintang yang kini siap mengguncang panggung Serie A. (FIFA)

“Dapat dikatakan bahwa jalur karier saya cukup tidak konvensional. Itu tentu saja bukan perjalanan yang mulus,” aku sang pemain sambil tersenyum. “Saya memutuskan untuk melakukannya sendiri.”

Strategi "mundur satu langkah untuk maju sepuluh langkah" ini menjadi kunci keberhasilan Ghedjemis menembus dominasi pemain akademi. Kini, namanya masuk dalam radar pelatih Vladimir Petkovic untuk memperkuat Aljazair di turnamen dunia mendatang.

Ghedjemis tidak terburu-buru mengejar kemewahan klub besar Eropa saat kariernya berada di titik nadir. Ia secara sadar merancang peta jalan kariernya melalui divisi National 2 untuk mengasah kemampuan fisiknya secara mandiri.

Fares Ghedjemis membuktikan bahwa penolakan klub profesional bukanlah akhir dari segalanya bagi seorang pesepak bola berbakat. Winger lincah ini bertransformasi dari pemain liga amatir Prancis menjadi bintang yang kini siap mengguncang panggung Serie A. (FIFA)

“Pada saat itu, saya tahu persis apa yang ingin saya lakukan,” jelasnya. “Idenya adalah bekerja keras dari National 2 ke National, dan kemudian pindah ke sepak bola profesional.”

Keberaniannya membuahkan hasil saat FC Rouen meminangnya, namun kompetisi kasta ketiga Prancis ternyata terlalu kecil bagi talentanya. Hanya dalam waktu singkat, klub Serie A Frosinone datang memberikan tawaran kontrak profesional yang selama ini ia impikan.

Proses adaptasi di Italia tidaklah mudah bagi pemain yang besar di lingkungan sepak bola Prancis yang sangat berbeda. Ia harus mengatasi hambatan bahasa dan gaya permainan taktis yang menjadi ciri khas pertahanan ketat liga Italia.

Baca Juga: Ole Gunnar Solskjaer Bikin Brasil Tersungkur di Piala Dunia tapi Terusir dari Timnas

“Itu tidak mudah, itu sudah pasti. Itu berarti pindah ke negara baru. Tim berkomunikasi sebagian besar dalam bahasa Italia daripada bahasa Inggris, jadi saya harus mempelajari bahasa tersebut dengan cepat. Meski begitu, saya gila sepak bola. Bermain di Serie A, berkompetisi di liga itu, sangat berarti bagi saya. Cukup mudah untuk beradaptasi, berkat sepak bola,” ungkapnya.

Puncak dari kerja kerasnya terjadi pada Maret lalu saat ia mengenakan seragam tim nasional Aljazair untuk pertama kalinya. Debutnya sangat emosional karena ia masuk menggantikan Riyad Mahrez, sosok yang menjadi inspirasi utamanya dalam berkarier.

“Sangat membanggakan bisa bermain bersama pemain-pemain top. Yang paling penting, sungguh emosional bisa mewakili negara saya, dan juga negara orang tua saya,” tuturnya dengan bangga.

Hanya butuh 15 menit bagi Ghedjemis untuk mencetak gol perdananya saat Aljazair melumat Guatemala dengan skor telak tujuh gol tanpa balas. Performa ini membuatnya dianggap sebagai aset masa depan yang mampu menjaga regenerasi lini serang tim berjuluk Fennecs tersebut.

Ambisi besarnya kini tertuju pada turnamen akbar tahun 2026 yang akan diselenggarakan di wilayah Amerika Utara. Ghedjemis sudah membayangkan momen ini sejak kecil, menghitung usia idealnya untuk bisa tampil di panggung sepak bola tertinggi.

“Saya selalu bermimpi bermain di turnamen tersebut. Sebagai seorang anak, Anda menghitung berapa usia Anda saat menjadi profesional, dan berapa usia Anda sebelum bisa bermain di Piala Dunia. Bagi saya, itu adalah tahun 2026, atau mungkin setelah itu,” tambahnya.

Load More