-
Manchester City hanya berharap Arsenal melakukan kesalahan di dua laga sisa Liga Inggris.
-
Pep Guardiola terpaksa merotasi skuad akibat kelelahan pemain yang mulai mencapai batas fisik.
-
Fokus City kini terpecah antara final Piala FA dan perburuan gelar liga.
Suara.com - Kemenangan telak atas Crystal Palace nyatanya belum mampu menggaransi trofi bagi Manchester City yang kini terancam badai keletihan fisik. Satu-satunya harapan Pep Guardiola hanyalah mengintai kemungkinan Arsenal terpeleset di sisa laga krusial musim ini.
Nilai baru dalam persaingan ini adalah pengakuan jujur Guardiola mengenai prioritas rotasi yang lebih mendesak daripada sekadar mengejar skor. Manajer asal Spanyol itu mulai secara terbuka menunjukkan rasa pesimis jika tim lawan tidak melakukan kesalahan fatal di sisa kompetisi.
Meskipun jarak hanya berselisih dua poin, kondisi mental dan fisik pemain City diklaim sedang berada di titik nadir. Pencadangan Erling Haaland menjadi bukti nyata bahwa kesehatan skuad kini menjadi pertaruhan terbesar mereka.
"Semua tergantung pada mereka [Arsenal]," ungkap Guardiola secara terbuka, dikutip dari ESPN, Kamis (14/5/2026).
"Jika mereka memenangkan dua pertandingan—tidak ada yang bisa dilakukan, tidak ada yang perlu dibicarakan," tambahnya dengan nada realistis.
Guardiola menyadari bahwa ambisi meraih kemenangan harus dibarengi dengan manajemen waktu istirahat yang sangat ketat. Dirinya menegaskan bahwa timnya hanya bisa bersiap untuk segala kemungkinan yang tidak terduga.
"Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah berada di sana untuk berjaga-jaga," jelas manajer yang telah memberikan banyak trofi bagi City tersebut.
"Dua pertandingan terakhir akan berjalan sangat sulit," ujarnya memperingatkan beratnya tantangan yang tersisa.
Jadwal yang mencekik membuat Guardiola harus memutar otak agar para pemainnya tidak ambruk di tengah jalan.
Baca Juga: Mikel Arteta Ketar-ketir, Arsenal Dihantam Kabar Buruk Jelang Final Liga Champions
Fokus tim kini terbelah antara final piala domestik dan laga sisa liga yang sangat krusial.
"Dan semua yang bisa kita lakukan sekarang adalah pergi tidur secepat mungkin dan bersiap untuk Piala FA," tutur Guardiola.
Kelelahan tidak hanya datang dari menit bermain, tetapi juga dari mobilitas perjalanan yang terus-menerus dilakukan skuad. Guardiola mencemaskan kehidupan personal pemainnya yang mulai terganggu akibat jadwal pertandingan yang bertumpuk.
"Tapi ini bukan hanya final Piala FA, ini adalah Bournemouth tiga hari setelahnya," ungkapnya merujuk pada ketatnya jarak antar pertandingan.
"Jadi perjalanan ke London, mereka [pemain] akan berada di rumah bersama istri dan anak-anak, jadi lelah, lelah," keluh sang manajer.
Keputusan menyimpan Haaland sepanjang laga melawan Palace adalah bentuk kepercayaan Guardiola pada kedalaman bangku cadangan. Dirinya tetap optimis pada kemampuan seluruh anggota tim meski harus menghadapi lawan-lawan berat di depan mata.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Jacksen F Tiago Pilih 34 Talenta Terbaik MLSC 2026, Siap Wakili Indonesia di SingaCup 2026
-
Prediksi Superkomputer Berubah! Prancis Geser Spanyol Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Statistik Miris Afsel Usai Didepak Kanada dari Piala Dunia 2026: Cuma Satu Tembakan Tepat Sasaran!
-
Hugo Broos: Afrika Selatan Kalah Tenaga dan Kecepatan dari Kanada
-
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Brasil vs Jepang hingga Portugal vs Kroasia
-
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Gagal di Piala Dunia 2026
-
3 Fakta Menarik Hasil Kanada vs Afrika Selatan, Sejarah The Reds Berkat Gol Voli Eustaquio
-
Kata-kata Eustaquio, Kanada Tembus 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Afrika Selatan
-
Deretan Keputusan Kontroversial VAR Selama Piala Dunia 2026: Gol Iran Dianulir
-
Ironi FIFA: Kampanye Ramah Lingkungan, Bosnya Terbang 50.000 Km dalam 66 Jam