-
Harry Kane menggunakan kegagalan penalti di tahun 2022 sebagai motivasi mental juara 2026.
-
Kapten Inggris tersebut meminta pemain muda membuang rasa takut di panggung internasional.
-
Target utama Inggris adalah mengakhiri dahaga gelar juara dunia sejak tahun 1966.
“Itu adalah sesuatu yang sulit bahkan untuk dipikirkan. Itu akan menjadi jembatan yang harus diseberangi ketika kita sampai di sana, saya rasa, karena masih ada jalan panjang yang harus ditempuh.”
“Sudah lama sekali [sejak Inggris memenangkan Piala Dunia] dan saya tahu betapa setiap penggemar Inggris mendambakan Inggris untuk menang. Kita semua berharap bisa menjadi bagian dari sejarah itu, dan mengukuhkan nama kita dalam sejarah itu, tetapi kita juga tahu ada gunung besar yang harus didaki untuk sampai ke sana.”
Kehadiran Thomas Tuchel di kursi kepelatihan membawa harapan baru akan perubahan taktis dan penguatan ikatan emosional antar pemain. Fokus utama Tuchel adalah menciptakan atmosfer kekeluargaan yang solid selama delapan minggu masa turnamen yang melelahkan.
Persiapan matang dan dedikasi total menjadi harga mati jika Inggris ingin menghapus dahaga gelar selama 60 tahun. Kane yakin bahwa dengan skuad yang saling memahami, mimpi membawa pulang trofi bukan lagi sekadar angan-angan kosong.
“Hal baik yang telah kami bangun dari waktu ke waktu, bahkan sebelum bos ada di sini, adalah kebersamaan itu. Thomas sangat menekankan hal itu sejak dia datang.”
“Tentu saja, kamu punya taktik dan sisi sepak bolanya, tetapi ketika kamu pergi bersama rekan setim selama delapan minggu, ini banyak tentang bagaimana kamu terhubung dan persaudaraan yang kamu miliki.”
Harry Kane memimpin Timnas Inggris menuju Piala Dunia 2026 di Amerika Utara dengan status pencetak gol terbanyak sepanjang masa negara tersebut. Inggris sebelumnya mencapai final Euro berturut-turut dan semifinal Piala Dunia 2018, namun masih gagal membawa pulang trofi sejak 1966.
Berita Terkait
-
Warga AS Sambut Kedatangan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 dengan Tangan Terbuka
-
Suporter Bebas Uang Jaminan Visa AS Saat Piala Dunia 2026, Standar Ganda Imigrasi Trump Disorot
-
Mengenal Agustn Delgado, Pelopor Kebangkitan Ekuador di Piala Dunia
-
AS Bebaskan Suporter Piala Dunia 2026 dari Sejumlah Negara dari Kewajiban Deposit Visa
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil