-
Kaoru Mitoma resmi dicoret dari daftar pemain Jepang untuk Piala Dunia 2026 karena cedera.
-
Pelatih Hajime Moriyasu tetap memanggil pemain cedera lain seperti Endo dan Tomiyasu ke skuad.
-
Jepang menargetkan sejarah sebagai juara dunia pertama dari luar Eropa dan Amerika Selatan.
Suara.com - Hajime Moriyasu secara mengejutkan meninggalkan Kaoru Mitoma dalam daftar final 26 pemain Timnas Jepang untuk Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil karena kondisi fisik bintang Brighton tersebut dianggap tidak memungkinkan untuk tampil di turnamen.
Langkah berani Moriyasu ini menjadi sorotan utama karena ia tetap menyertakan beberapa pilar lain yang belum bugar. Strategi ini menunjukkan pergeseran prioritas dalam komposisi tim yang akan berlaga di Amerika Serikat nanti.
Absennya Mitoma dan Takumi Minamino menandai babak baru bagi kekuatan lini serang tim berjuluk Samurai Biru. Publik sepak bola kini menanti efektivitas serangan Jepang tanpa kehadiran pemain sayap lincah tersebut.
Pelatih kepala Hajime Moriyasu memutuskan untuk membawa Wataru Endo, Ko Itakura, serta Takehiro Tomiyasu yang sedang cedera. Keputusan ini dinilai sangat spekulatif mengingat intensitas pertandingan di grup neraka yang akan mereka hadapi.
“Moriyasu telah memutuskan untuk bertaruh pada beberapa pemain yang saat ini cedera atau mereka yang baru saja kembali,” demikian laporan mengenai situasi internal tim.
Keyakinan pelatih pada kepemimpinan mereka tampaknya lebih besar daripada kekhawatiran akan kondisi medis.
Yuto Nagatomo tetap dipercaya masuk dalam daftar pemain bertahan untuk keberangkatannya yang kelima ke putaran final. Kehadiran bek veteran ini diharapkan mampu menjaga mentalitas ruang ganti di tengah absennya beberapa bintang utama.
Ritsu Doan dan Takefusa Kubo kini memikul beban berat untuk menjadi motor serangan utama tim nasional. Keduanya diharapkan mampu menggantikan peran kreatif yang biasanya diemban oleh Mitoma dan Minamino.
Jepang datang ke turnamen kali ini dengan ambisi besar menjadi negara pertama di luar Eropa dan Amerika Selatan yang juara. Modal kemenangan atas Jerman dan Spanyol pada edisi sebelumnya menjadi pelecut semangat skuad Samurai Biru.
Baca Juga: Sebastian Soria Berpeluang Jadi Pemain Tertua Sepanjang Sejarah Piala Dunia di Skuad Qatar
Performa tim selama setahun terakhir menunjukkan tren positif setelah berhasil menaklukkan raksasa seperti Brasil dan Inggris. Hasil tersebut membuktikan bahwa kolektivitas tim tetap terjaga meski sering melakukan bongkar pasang pemain inti.
Lini tengah tetap menjadi kekuatan utama dengan kehadiran Daichi Kamada dan Ao Tanaka yang sedang naik daun. Kedalaman skuad di sektor gelandang menjadi alasan mengapa Moriyasu berani meminggirkan nama besar lainnya.
Kombinasi pemain muda seperti Zion Suzuki dan pemain senior diharapkan mampu menciptakan keseimbangan taktik yang sempurna. Jepang kini bukan lagi tim kuda hitam, melainkan kandidat kuat pengganggu dominasi kekuatan tradisional sepak bola.
Perjalanan Jepang di fase grup akan dimulai dengan menghadapi tantangan berat dari Belanda di kota Dallas. Pertandingan pembuka ini akan menjadi ujian pertama bagi lini pertahanan yang dipimpin oleh Shogo Taniguchi.
Setelah itu, mereka harus terbang menuju Meksiko untuk melakoni laga krusial melawan perwakilan Afrika, Tunisia. Pertarungan fisik akan menjadi kunci utama bagi Jepang untuk mengamankan poin penuh di laga kedua.
Fase grup akan ditutup dengan pertandingan menentukan melawan Swedia yang kembali digelar di markas utama mereka di Dallas. Moriyasu harus memastikan rotasi pemain berjalan lancar agar stamina tim tetap terjaga hingga akhir.
Jika berhasil lolos, Jepang akan mencatatkan sejarah baru dalam konsistensi performa di level tertinggi sepak bola dunia. Fokus kini tertuju pada bagaimana mereka beradaptasi dengan absennya pemain kunci di laga-laga menentukan tersebut.
Pemanggilan skuad ini dilakukan menjelang turnamen FIFA World Cup 2026 yang akan berlangsung di Amerika Utara. Jepang berada di Grup F bersama Belanda, Tunisia, dan Swedia. Absennya Kaoru Mitoma menjadi berita besar karena ia merupakan pemain paling berpengaruh dalam kualifikasi dan performa Jepang di liga top Eropa beberapa musim terakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan
-
DPR RI Setujui Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery! Selangkah Lagi Bela Timnas Indonesia