-
Lamine Yamal dikritik menteri Israel karena mengibarkan bendera Palestina saat parade juara Barcelona.
-
PM Spanyol membela aksi Lamine Yamal sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan warga Spanyol.
-
Ketegangan diplomatik meningkat antara Spanyol dan Israel akibat simbol politik di dunia olahraga.
Suara.com - Aksi solidaritas Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina di tengah perayaan gelar juara Barcelona memicu ketegangan diplomatik tingkat tinggi. Langkah berani bintang muda ini mendapat kecaman keras dari otoritas pertahanan Israel namun justru dibela oleh Pemerintah Spanyol.
Lamine Yamal menunjukkan keberpihakan politiknya secara terbuka di hadapan ratusan ribu penggemar setianya di Catalan. Kehadiran simbol kedaulatan Palestina di atas bus terbuka tersebut langsung menjadi pusat perhatian masyarakat internasional.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, merespons tindakan tersebut dengan nada yang sangat keras melalui media sosial. Ia menilai tindakan pemain muslim tersebut sebagai bentuk provokasi di tengah situasi perang yang berkecamuk.
"Lamine Yamal memilih untuk menghasut kebencian terhadap Israel sementara tentara kami memerangi organisasi teroris Hamas, sebuah organisasi yang membantai, memperkosa, dan membakar anak-anak, wanita, dan orang tua Yahudi pada 7 Oktober [2023]," tulis Menteri Israel Katz dikutip dari ESPN.
Katz menghubungkan ekspresi visual Yamal dengan trauma serangan masa lalu yang dialami oleh warga negaranya. Tuduhan penghasutan kebencian ini menjadi serangan verbal paling tajam yang diarahkan kepada atlet profesional Spanyol.
Perdebatan ini tidak berhenti di level olahraga karena Perdana Menteri Spanyol segera pasang badan untuk pemainnya. Pedro Sanchez menilai tindakan tersebut hanyalah bentuk empati kemanusiaan yang juga dirasakan oleh mayoritas warga Spanyol.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menyatakan bahwa pemain tersebut "hanya sekadar menyatakan solidaritas terhadap Palestina yang dirasakan oleh jutaan warga Spanyol."
"Mereka yang percaya bahwa mengibarkan bendera negara berdaulat berarti menghasut kebencian, entah telah kehilangan akal sehatnya atau telah buta oleh kehinaan mereka sendiri," tambah Sánchez.
Pernyataan Sanchez ini mempertegas posisi Madrid yang selama ini memang vokal mengkritik operasi militer di Gaza. Hubungan kedua negara semakin mendingin seiring dengan meningkatnya jumlah korban jiwa di wilayah konflik tersebut.
Baca Juga: Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
Kehadiran bendera Palestina dalam parade yang dihadiri 750.000 orang tersebut mencerminkan sentimen kuat di masyarakat Eropa. Olahraga kini menjadi panggung utama bagi ekspresi politik dan kemanusiaan yang tidak bisa dibendung.
Tekanan global terhadap kebijakan militer Israel kini merambah ke berbagai kompetisi besar seperti balap sepeda dan basket. Bahkan, Spanyol menjadi salah satu negara yang mengambil sikap keras dalam ajang budaya internasional.
Lamine Yamal sendiri tetap menjadi aset utama bagi tim nasional Spanyol menjelang turnamen Piala Dunia mendatang. Karier cemerlangnya kini bersanding dengan keberaniannya menyuarakan isu-isu global yang sangat sensitif.
Dunia olahraga internasional kini semakin terbelah dalam memandang konflik kemanusiaan yang terjadi di Timur Tengah. Insiden ini membuktikan bahwa popularitas atlet memiliki dampak signifikan terhadap diskursus politik antarnegara.
Ketegangan ini bermula dari perayaan gelar juara Liga yang diraih Barcelona, di mana Lamine Yamal mengunggah foto dirinya dengan bendera Palestina. Spanyol merupakan salah satu negara Eropa yang paling kritis terhadap dampak kemanusiaan dari serangan balasan Israel di Gaza. Konflik ini telah meluas dari sektor militer ke ranah budaya dan olahraga, termasuk boikot terhadap keterlibatan Israel dalam berbagai ajang internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman
-
Data dan Fakta usai Brasil Hajar Jepang: Rekor Casemiro hingga Kutukan Samurai Biru
-
Marcos Llorente Bongkar Cara Spanyol Kalahkan Austria: Kasih Saja Bola ke Lamine Yamal
-
Magis Carlo Ancelotti! Ketenangannya Selamatkan Brasil dari Aib Terburuk di Piala Dunia 2026
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan