-
Persebaya Surabaya menang besar 7-0 atas tuan rumah Semen Padang di Stadion Agus Salim.
-
Bruno Paraiba menjadi bintang lapangan dengan torehan tiga gol ke gawang lawan sore itu.
-
Kemenangan ini membawa Persebaya melesat ke peringkat empat klasemen sementara kompetisi Super League.
Suara.com - Kemenangan telak Persebaya Surabaya di markas Semen Padang menjadi sinyal kuat kebangkitan tim asal Jawa Timur ini. Hasil skor tujuh gol tanpa balas tersebut sekaligus mengamankan posisi mereka di zona papan atas kompetisi.
Lini pertahanan tuan rumah tampak rapuh sejak menit awal akibat tekanan bertubi-tubi tim tamu. Efektivitas serangan balik menjadi kunci utama Persebaya dalam membongkar kedisiplinan pemain belakang lawan di Padang.
Skema permainan terbuka yang diterapkan pelatih terbukti ampuh menghasilkan banyak peluang emas di kotak penalti.
Kerja sama apik antar lini depan membuat penjaga gawang tuan rumah harus jatuh bangun menyelamatkan bola.
Gol pembuka lahir melalui skema serangan terukur dari sisi sayap yang gagal diantisipasi bek lawan.
Diawali Raickovic yang masuk ke dalam kotak penalti, dirinya beri umpan ke Rivera yang berdiri bebas.
Nama terakhir dengan dingin menceploskan bola ke gawang sebagai pembuka pesta gol sore itu. Keunggulan tersebut langsung menggoyahkan mental bermain tim tuan rumah di hadapan pendukungnya sendiri secara drastis.
Catur Pamungkas segera menggandakan keunggulan tim tamu lewat transisi kilat yang sangat mematikan di lapangan. Catur tuntaskan serangan balik dengan cepat sebelum jeda babak pertama berakhir bagi kedua tim papan bawah.
Semen Padang sempat berusaha bangkit namun gol yang tercipta harus dianulir oleh keputusan wasit pertandingan.
Baca Juga: I.League Upayakan Persija ke ASEAN Club Championship meski Gagal Finis Dua Besar Super League
Guillermo sempat perkecil ketertinggalan di akhir babak pertama.
Tapi golnya dianulir karena terlebih dulu offside yang membuat skor tetap bertahan untuk keunggulan Persebaya.
Kondisi semakin memburuk bagi tuan rumah ketika salah satu pemain mereka harus diusir keluar oleh wasit.
Apes buat Semen Padang, Ade Kristiano kena kartu kuning kedua di menit ke-60 yang berujung kartu merah. Bermain dengan sepuluh orang membuat Semen Padang kehilangan kendali penuh di lini tengah dan belakang mereka.
Memasuki babak kedua, determinasi tinggi tetap ditunjukkan oleh skuad Bajul Ijo untuk menambah pundi-pundi gol.
Bruno bikin gol cepat ketika babak kedua baru berjalan empat menit yang meruntuhkan semangat juang lawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Tempat Sampah! Rahasia Kantong Biru Suporter Jepang yang Bikin Stadion Spektakuler
-
Tangis Son Heung-min Pecah Usai Korea Selatan Gagal Total di Piala Dunia 2026
-
Catatan Kriminal Kaishu Sano Perobek Gawang Brasil: Pelaku Penyerangan Seksual
-
Kanada Bukan Sekadar Tuan Rumah! Jesse Marsch Sebut Anak Asuhnya Pahlawan Negara
-
Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Kilas Balik: Dulu Jepang Dibantai Tan Liong Houw Dkk Kini Hajar Brasil
-
Jepang Kejutkan Brasil! Gol Indah Kaishu Sano Bawa Samurai Biru Unggul
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final