Bola / Bola Dunia
Senin, 18 Mei 2026 | 12:26 WIB
Gelandang Paris Saint-Germain yang juga Timnas Portugal, Vitinha (FIFA)
Baca 10 detik
  • Vitinha siap memimpin lini tengah Portugal dengan tanggung jawab lebih besar di Piala Dunia 2026.

  • Kombinasi pemain muda berbakat dan senioritas Cristiano Ronaldo menjadi modal utama skuad Portugal.

  • Target utama timnas Portugal adalah fokus lolos dari fase grup sebelum memikirkan laga final.

Suara.com - Gelandang Paris Saint-Germain, Vitinha, kini memikul tanggung jawab besar sebagai jenderal lapangan tengah tim nasional Portugal. Dirinya merasa sangat optimis mampu membawa negaranya mengukir sejarah baru pada turnamen akbar Piala Dunia 2026 nanti.

Kombinasi komposisi pemain senior dan junior menjadi senjata utama Selecao das Quinas untuk tampil mendominasi. Skuad asuhan Roberto Martinez ini dinilai memiliki kedalaman tim yang sangat menakutkan bagi lawan.

Pilar penting seperti Bruno Fernandes dan Ruben Dias kini bersanding dengan talenta muda berbakat sekelas Joao Neves. Kehadiran Cristiano Ronaldo yang tetap bugar di usia 41 tahun kian melengkapi kekuatan mereka.

"Saya pikir ini sangat positif,” katanya kepada FIFA.

“Memiliki generasi berbeda dalam skuad yang sama sangatlah penting. Kami memiliki pengalaman, kemudaan, kualitas, dan determinasi. Ketika Anda menggabungkan semua materi itu, hal tersebut hanya akan menghasilkan sesuatu yang sangat baik.”

Vitinha menegaskan bahwa dirinya siap memegang peran yang jauh lebih krusial dibandingkan edisi sebelumnya. Ekspektasi tinggi dari publik sepak bola dunia justru menjadikannya kian termotivasi di lapangan.

Timnas Portugal (FIFA)

Berikut ini wawancara FIDA dengan Sang Jenderal Lapangan Tengah Portugal itu:

Sebagai bagian dari generasi baru Portugal, bagaimana Anda melihat peran Anda di tim?

Saya melihat diri saya dengan peran yang lebih aktif sekarang, sedikit lebih penting dari sebelumnya. Saya menikmati tanggung jawab itu dan mencoba tampil sebaik mungkin untuk memenuhi ekspektasi.

Baca Juga: Wow! Piala Dunia 2026: Buka 824 Ribu Lapangan Pekerjaan, Sumbang Rp656 T untuk Ekonomi Dunia

Antusiasme tinggi tengah dirasakan oleh sang gelandang menjelang bergulirnya kompetisi sepak bola paling bergengsi tersebut. Target pribadinya adalah mendapatkan menit bermain yang lebih banyak untuk membuktikan kapasitas terbaiknya.

Bagaimana perasaan Anda menjelang Piala Dunia?

Saya sangat bersemangat karena saya sangat ingin bermain di Piala Dunia ini. Ini akan menjadi yang kedua bagi saya, dan saya berharap bisa mendapatkan menit bermain lebih banyak dan peran yang lebih penting di dalam tim. Saya tidak sabar menunggu ini dimulai, ini adalah jenis kegembiraan yang positif.

Pemain tengah andalan PSG ini menginginkan dunia melihat karakter asli dari permainan kolektif timnas Portugal. Kualitas teknik yang tinggi wajib diimbangi dengan etos kerja keras sepanjang turnamen.

Ketika dunia menyaksikan Portugal, apa yang Anda harap mereka lihat?

Banyak kualitas. Saya pikir orang-orang langsung mengenali hal itu karena itu adalah bagian dari siapa kami. Namun yang terpenting, saya ingin mereka melihat kerja keras dan determinasi. Kualitas datang secara alami kepada kami. Keinginan dan kerja keras adalah hal-hal yang harus kami investasikan dan kendalikan sendiri. Jika orang-orang melihat hal itu di tim Portugal, itu akan menjadi hal yang sangat baik.

Meskipun dihuni banyak generasi hebat pada masa lampau, negara ini tercatat belum pernah mengangkat trofi emas tersebut. Masalah detail kecil dan faktor keberuntungan dinilai menjadi pembeda pada laga-laga krusial.

Portugal memiliki generasi hebat sebelumnya, tetapi tidak pernah memenangkan Piala Dunia. Mengapa?

Terkadang semuanya bermuara pada detail. Ini bukan tentang masalah struktural atau masalah yang lebih besar. Anda juga membutuhkan sedikit keberuntungan – tidak bisa dipungkiri hal itu.

Sinergi tim saat ini diyakini sudah berada di jalur yang tepat untuk meraih prestasi tertinggi. Kerja keras terus dilakukan agar mereka siap menghadapi segala situasi di atas lapangan hijau.

Sejujurnya, saya masih agak muda untuk mengingat sepenuhnya generasi-generasi tersebut, tetapi Portugal memiliki kualitas yang sangat besar saat itu dan masih memilikinya sekarang. Kami memiliki semua yang dibutuhkan untuk mencapai hal-hal besar. Kami bekerja keras agar, ketika saatnya tiba, kami bisa mendapatkan sedikit keberuntungan dan mendekati kemenangan Piala Dunia.

Kesempatan berada satu ruang ganti dengan megabintang global seperti Cristiano Ronaldo dinilai sebagai sebuah anugerah. Pengaruh positif sang kapten memberikan dampak luar biasa terhadap mentalitas bertanding seluruh pemain.

Bagaimana rasanya berbagi ruang ganti dengan Cristiano Ronaldo?

Luar biasa. Dia adalah salah satu pemain terbesar dalam sejarah. Saya sangat bangga bisa berbagi ruang ganti dengannya, belajar darinya, dan menyaksikan profesionalismenya setiap hari. Saya berharap kami bisa memenangkan Piala Dunia bersamanya dan untuknya juga.

Kedisplinan tinggi yang ditunjukkan Ronaldo menjadi teladan utama bagi para punggawa muda Selecao. Sang kapten selalu memastikan kondisi fisiknya berada di level maksimal sebelum peluit pertandingan dibunyikan.

Apa yang telah Anda pelajari darinya?

Terutama caranya memandang sepak bola: sangat profesional dan serius. Dia tidak membiarkan apa pun terjadi karena kebetulan. Dia melangkah ke lapangan dengan mengetahui bahwa dia 100 persen siap dan telah melakukan segala kemungkinan untuk tim.

Skenario impian skuad Portugal tentu saja membawa pulang trofi juara ke tanah air mereka. Kendati demikian, Vitinha tidak ingin timnya terlalu terbebani oleh target final sejak awal.

Apa skenario impian Anda?

Kami hanya ingin menang. Kami tahu ini akan sulit, tetapi kami juga tahu tidak ada gunanya terlalu memikirkan final atau mengangkat trofi saat ini, meskipun itu adalah tujuan kami. Kami harus mengambil langkah demi langkah. Itu selalu menjadi pendekatan terbaik. Saat ini, fokus kami harus pada babak penyisihan grup. Jika kami melakukannya dengan baik di sana, maka kami dapat mulai melihat lebih jauh ke depan.

Sebelum menjadi figur sentral, Vitinha tercatat hanya tampil tiga kali pada ajang Piala Dunia Qatar 2022 lalu. Saat itu langkah negaranya harus terhenti secara mengejutkan oleh Maroko di babak perempat final.

Kini performanya telah matang setelah sukses mempersembahkan gelar UEFA Nations League 2025 dan trofi domestik bagi PSG. Keberhasilan membawa klubnya menembus final UEFA Champions League melawan Arsenal di Budapest mempertegas kapasitasnya sebagai jenderal lini tengah baru.

Load More