-
Juara Liga Inggris Arsenal diproyeksikan mengantongi pendapatan hak siar sebesar Rp1,26 triliun musim ini.
-
Keberhasilan memutus puasa gelar 22 tahun menggaransi tiket otomatis Arsenal ke Liga Champions.
-
Hak mengenakan lencana emas pada jersey menjadi privilese baru Arsenal untuk musim depan.
Suara.com - Dahaga panjang publik London Utara akhirnya terbayar lunas setelah Arsenal mengamankan takhta tertinggi sepak bola Liga Inggris musim ini.
Kepastian gelar juara tersebut mengakhiri penantian panjang selama lebih dari dua dekade yang penuh dengan air mata kekecewaan.
Keberhasilan ini tidak hanya mengembalikan kejayaan historis klub, tetapi juga membuka keran pendapatan finansial yang sangat masif.
Sebagai penguasa baru, skuad asuhan Mikel Arteta langsung dihadapkan pada gelontoran dana segar melimpah serta berbagai hak istimewa eksklusif.
Pihak penyelenggara liga dipastikan siap menyerahkan trofi ikonik Premier League berhiaskan pita merah-putih khas Meriam London.
Selain lambang supremasi tersebut, sebanyak 40 keping medali emas resmi akan dibagikan kepada jajaran pemain dan staf kepelatihan.
Trofi Premier League yang memiliki berat mencapai 25,4 kilogram ini menyimpan filosofi mendalam mengenai kekuatan sepak bola Inggris.
Dua singa terukir pada bagian pegangan, sementara kapten tim yang mengangkatnya akan melambangkan sosok singa ketiga.
Prosesi penyerahan piala sakral tersebut dijadwalkan berlangsung meriah setelah laga pekan pemungkas kontra Crystal Palace diselenggarakan.
Baca Juga: 2 Kunci Arsenal Juara Liga Inggris 2026, Sabar dengan Usaha Mikel Arteta
Kendati demikian, regulasi ketat tetap berlaku bagi penggawa Meriam London yang ingin mendapatkan medali juara secara otomatis.
Setiap pemain diwajibkan mencatatkan minimal lima penampilan sepanjang musim kompetisi berjalan agar berhak mengalungkan medali.
Jika kuota yang disediakan tidak mencukupi, manajemen Arsenal diperbolehkan mengajukan permohonan tambahan kepada otoritas liga.
Secara finansial, kendati Premier League tidak memberi bonus uang tunai khusus bagi peringkat pertama, pundi-pundi klub tetap melonjak.
Sistem pembayaran berbasis posisi akhir klasemen menjadi mesin pembuat uang utama bagi klub yang bermarkas di Emirates Stadium ini.
Meriam London diproyeksikan meraup dana segar sekitar 53,1 juta poundsterling atau setara dengan Rp1,26 triliun rupiah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan