- Arsenal resmi menjuarai Liga Inggris 2025/2026 setelah menanti selama 22 tahun melalui penerapan strategi taktik yang sangat pragmatis.
- Keberhasilan tim asuhan Mikel Arteta didorong oleh pertahanan baja dengan catatan kebobolan terendah sepanjang sejarah liga musim ini.
- Strategi dominasi bola mati dan kedisiplinan pemain dalam bertahan menjadi kunci utama Arsenal mengamankan gelar juara liga tersebut.
Berbeda dengan tim lain yang menjauhkan bola dari gawang untuk bertahan, Arsenal justru mempersulit lawan melepaskan tembakan setelah mereka masuk ke area pertahanan.
Strategi ini bisa berjalan mulus karena setiap pemain, termasuk barisan penyerang, diwajibkan Arteta untuk ikut bekerja keras saat kehilangan bola.
Bukayo Saka menjadi simbol filosofi tersebut dengan mencatatkan total 153 tekel dan intersepsi, angka luar biasa bagi seorang pemain depan.
Sebagai perbandingan, gabungan tekel dan intersepsi dari bintang dunia seperti Harry Kane, Kylian Mbappe, dan Mohamed Salah hanya menyentuh angka 151.
Arteta tampaknya mengadopsi filosofi “aman di belakang” dengan meminimalisir risiko melalui umpan silang lapangan yang hanya dilakukan sebanyak 59 kali.
Sebagian besar umpan panjang justru dimainkan oleh David Raya atau bek tengah agar seluruh pemain tetap berada di belakang bola jika umpan tersebut gagal dimenangkan.
Efisiensi di Atas Segalanya
Tentu saja, gaya bermain yang sangat terkontrol dan defensif ini memiliki konsekuensi pada produktivitas gol di permainan terbuka atau open play.
Hingga pekan ke-37, The Gunners baru mengoleksi 41 gol dari permainan terbuka, angka yang relatif rendah bagi tim berstatus juara liga.
Baca Juga: Erling Haaland Raih Sepatu Emas Liga Inggris 2025/26, Hat-trick Gelar Top Skor
Namun, keterbatasan tersebut tertutupi dengan sempurna melalui penguasaan bola mati yang menjadi senjata rahasia paling mematikan milik Arsenal musim ini.
Integrasi antara pengaruh taktik Pep Guardiola dalam penguasaan bola dan gaya pragmatis ala David Moyes dalam bertahan menciptakan formula juara yang unik bagi Meriam London.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa identitas sebuah tim tidak harus selalu mengikuti tren menyerang total untuk bisa meraih prestasi tertinggi di dunia.
Kini, Arsenal telah menetapkan standar baru tentang bagaimana sebuah gelar juara bisa diraih melalui organisasi tim yang sangat rapat dan minim celah.
Latar Belakang Evolusi Taktik Mikel Arteta
Gelar juara Liga Inggris 2025/2026 merupakan buah dari proses panjang Mikel Arteta yang mulai menjabat sejak Desember 2019.
Setelah beberapa musim finis sebagai runner-up, Arteta melakukan perombakan besar dengan mendatangkan pemain yang memiliki profil fisik kuat dan disiplin taktik tinggi.
Strategi ini sempat dikritik karena dianggap membosankan, namun efektivitasnya dalam meredam agresivitas tim seperti Manchester City dan Liverpool akhirnya terbukti menjadi kunci utama keberhasilan Arsenal meraih gelar juara.
Berita Terkait
-
West Ham Turun Kasta setelah 14 Tahun Bertahan di Liga Inggris, Nuno Espirito Santo Minta Maaf
-
Arsenal Jadi Klub Pertama Liga Inggris Tanpa Kartu Merah dan Penalti
-
Selamat dari Degradasi, Roberto De Zerbi Minta Tottenham Datangkan Pemain Top
-
Tottenham Dipastikan Selamat dari Degradasi, Bertahan di Premier League
-
Pecahkan Rekor Legendaris, Bruno Fernandes Resmi Jadi Raja Assist Baru Premier League
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
John Herdman Tak Gentar Hadapi Vietnam di Piala AFF 2026, Sebut Jadi Ujian Terbaik Timnas Indonesia
-
Respons Prabowo, PSSI Fokus Perluas Talent Pool Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Bersejarah usai Bawa Prancis ke Semifinal, Kini Setara Lionel Messi
-
PSSI Respons Keresahan Prabowo Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia: Butuh APBN
-
Inggris vs Norwegia Dibayangi Wabah Penyakit, Declan Rice Diisolasi
-
Update TC Timnas Indonesia di Bali: Beckham Putra Akui Tak Kesulitan Ikuti Latihan Intensif
-
Kata-kata Pertama Kerim Memija Usai Gabung Persija, Bertekad Persembahkan Trofi Super League
-
Rudi Garcia Kirim Peringatan ke Spanyol, Belgia Siap 'Meledak' di Perempat Final Piala Dunia 2026
-
Prabowo Masih Resah Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026: Mana Erick Thohir?
-
Pelatih Maroko: Prancis Menang karena Kualitas Individu Kylian Mbappe