-
Oliver Glasner resmi mundur setelah membawa Crystal Palace menjuarai UEFA Conference League di Leipzig.
-
Dalam kurun 375 hari, Glasner sukses mempersembahkan tiga trofi mayor pertama sepanjang sejarah klub.
-
Keberhasilan ini diraih setelah melewati krisis internal, sanksi regulasi UEFA, dan ancaman pengunduran diri.
"Di bulan Januari, itu adalah waktu yang sulit untuk mendukung Palace."
Meski sempat memicu perselisihan internal, Parish memilih untuk mempertahankan Glasner karena menyadari kapasitas sang pelatih yang emosional namun genius. Keputusan mempertahankan pria Austria itu hingga akhir musim terbukti menjadi langkah penyelamatan sejarah bagi klub.
Sebelum era keemasan ini dimulai, Crystal Palace merupakan tim yang identik dengan papan tengah Premier League dan dilatih oleh Roy Hodgson. Keputusan mantan direktur olahraga, Dougie Freedman, untuk merekomendasikan Glasner didasarkan pada rekam jejak impresif sang pelatih di Bundesliga.
Kini, trofi Conference League resmi mengamankan satu tiket otomatis bagi Crystal Palace untuk kembali berlaga di kompetisi Europa League musim depan. Glasner menyudahi masa bakti singkatnya dengan kepala tegak dan memberikan pidato perpisahan yang penuh emosi.
"Sekarang saya pergi, saya tidak harus setuju dengan ketua," katanya sambil tersenyum. "Dia bilang hari terbaik adalah final FA Cup, tapi saya tidak setuju. Hari terbaik masih akan datang di Leipzig."
"Saat ini saya bahkan tidak percaya ini adalah pertandingan terakhir," kata Glasner setelah peluit akhir pada hari Rabu. "Ini adalah bab yang bagus untuk dibaca dalam buku Crystal Palace tetapi bab-bab bagus lainnya akan menyusul."
"Saya katakan kepada para pemain setelah FA Cup, pergi dan dapatkan apa yang pantas kalian dapatkan - Europa League."
"Sekarang dengan penundaan satu tahun, klub, penggemar, pemain, terkadang Anda harus mengambil jalan memutar dan sekarang Crystal Palace berada di tempat yang seharusnya."
Kepergian Glasner meninggalkan standar baru yang sangat tinggi bagi siapapun suksesor yang akan memimpin Selhurst Park di masa mendatang. Penggemar The Eagles kini harus bersiap menghadapi realitas baru tanpa arsitek yang telah mengubah takdir klub mereka.
Baca Juga: Inigo Perez: Rayo Vallecano Ingin Juara Liga Conference demi Penggemar
"Glasner telah sepenuhnya mengubah lintasan Crystal Palace Football Club," tambah Killick.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Mees Hilgers Terpaksa Bertahan di FC Twente Akibat Kesalahan Agennya
-
Persib Bandung Terancam Ditinggal Pilar Utama, Federico Barba Dapat Tawaran dari Liga Yunani
-
Mozambik Rilis Skuad Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Matchday, Andalkan Pemain Utama
-
John Herdman Dapat Amunisi Baru, Dua Pemain Diaspora Australia Segera Dinaturalisasi
-
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026, Hugo Broos Rilis 26 Pemain Akhiri Kutukan 16 Tahun
-
Sandy Walsh Cetak Sejarah! Buriram United Juara ASEAN Club Championship
-
Statistik Anthony Gordon, Calon Penyerang Barcelona Bikin Hansi Flick Kepincut
-
Piala AFF U-19 2026: Pelatih Vietnam Sebut Timnas Indonesia U-19 Sangat Kuat
-
Cedera Neymar Ganggu Persiapan Timnas Brasil Jelang Piala Dunia 2026, Absen Latihan Perdana
-
Pelatih Maroko Ungkap Alasan Tak Sertakan Sofiane Boufal di Piala Dunia 2026