-
Oliver Glasner resmi mundur setelah membawa Crystal Palace menjuarai UEFA Conference League di Leipzig.
-
Dalam kurun 375 hari, Glasner sukses mempersembahkan tiga trofi mayor pertama sepanjang sejarah klub.
-
Keberhasilan ini diraih setelah melewati krisis internal, sanksi regulasi UEFA, dan ancaman pengunduran diri.
Suara.com - Crystal Palace baru saja mengukir sejarah emas di panggung sepak bola Eropa. Lewat gol tunggal di Leipzig, klub berjuluk The Eagles sukses menundukkan Rayo Vallecano 1-0 untuk mengamankan trofi Conference League.
Partai final ini sekaligus menjadi laga perpisahan yang manis bagi sang manajer, Oliver Glasner.
Keberhasilan ini melengkapi torehan luar biasa klub yang sebelumnya tidak pernah memenangi trofi mayor sepanjang sejarah mereka. Dalam kurun waktu 375 hari, juru taktik asal Austria tersebut sukses mempersembahkan tiga gelar sekaligus.
Kehadiran Glasner di Selhurst Park terbukti mendobrak batas kemampuan yang selama ini mengungkung klub London Selatan tersebut. Pengaruh besarnya diakui langsung oleh para pemain yang merasakan transformasi radikal di dalam ruang ganti.
Gelandang Crystal Palace, Adam Wharton, memberikan kesaksiannya mengenai dampak instan yang dibawa oleh sang manajer sejak hari pertama kedatangannya.
"Dia harus menjadi salah satu manajer terbaik yang pernah dimiliki Crystal Palace," kata gelandang Palace Adam Wharton dikutip dari BBC, Kamis (28/5/2026).
"Dia telah membuat perbedaan besar bagi bagaimana klub memandang kompetisi. Kami tidak hanya ingin bertahan di Premier League dan berada di Eropa, kami ingin menang dan berada setinggi mungkin."
Perjalanan menuju podium juara Eropa nyatanya tidak dilalui dengan mudah oleh Crystal Palace musim ini. Sejak awal musim, manajemen dan tim pelatih sudah dihadapkan pada keputusan pahit dari federasi sepak bola Eropa.
Akibat tersandung aturan kepemilikan multi-klub UEFA, posisi Palace di Europa League terpaksa dicopot dan mereka diturunkan ke kasta ketiga. Masalah kepemilikan saham ganda oleh pengusaha Amerika Serikat, John Textor, di Palace dan Lyon menjadi pemicu utama sangsi tersebut.
Baca Juga: Inigo Perez: Rayo Vallecano Ingin Juara Liga Conference demi Penggemar
Krisis internal semakin meruncing ketika jendela transfer ditutup dengan situasi yang sangat tidak kondusif. Glasner dilaporkan mengancam akan meletakkan jabatannya jika bek andalan sekaligus kapten tim, Marc Guehi, dilepas ke klub rival.
Ia merasa frustrasi karena pihak manajemen justru berniat menjual pilar-pilar penting di saat tim membutuhkan kedalaman skuad untuk kompetisi Eropa. Hubungan antara Glasner dan Parish selaku pemilik klub pun sempat berada di titik nadir akibat perbedaan visi ini.
Memasuki paruh musim, performa The Eagles sempat merosot tajam hingga mereka terlempar dari persaingan papan atas Premier League. Puncak dari keterpurukan tersebut terjadi saat mereka tersingkir secara memalukan oleh tim non-liga, Macclesfield, di ajang FA Cup.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika Glasner secara mendadak mengumumkan rencana kepergiannya di akhir musim setelah manajemen menyetujui penjualan Guehi ke Manchester City. Keputusan ini sempat memicu kekecewaan mendalam dari basis masa pendukung setia mereka di London.
Perwakilan dari fanzine Crystal Palace Eagle Eye View, Ellie Killick, mengungkapkan bagaimana situasi psikologis para pendukung fanatik saat konflik internal tersebut memanas.
"Cara kepergiannya diumumkan - dan sikapnya dalam minggu-minggu itu - memberi sedikit awan abu-abu pada perasaan saya terhadapnya," kata Ellie Killick dari fanzine Crystal Palace Eagle Eye View.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Prancis vs Spanyol: Les Bleus di Antara Dendam dan Misi Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
-
John Herdman Dibuat Kecewa Jelang Piala AFF 2026, Kenapa?
-
Piala AFF 2026 di Mata John Herdman: Lebih dari Sekadar Gengsi Asia Tenggara
-
Reuni di Fortuna Sittard, Ole Romeny Tak Sabar Satu Lapangan dengan Justin Hubner
-
Kalem Jelang Lawan Inggris, Lionel Scaloni: Hanya Pertandingan Semifinal Biasa
-
FSF Resmi Akhiri Kerja Sama dengan Pelatih Timnas Senegal Pape Thiaw
-
Latihan Dimulai! Igor Tolic Puas Lihat Perkembangan Kondisi Pemain Persib
-
Adam Alis Yakin Persib Bandung Berjaya di Asia, Kedatangan Sandy Walsh dan Ragnar Jadi Modal Besar
-
Benarkah Argentina Diuntungkan VAR? Data Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan
-
Buntut Kekalahan Dramatis di Piala Dunia 2026, Pape Thiaw Dipecat Timnas Senegal