-
Korea Selatan menghadapi tantangan berat karena performa Son Heung-Min mulai terkikis faktor usia.
-
Lee Kang-In dan Hwang Hee-Chan belum menunjukkan konsistensi penuh untuk memimpin lini serang.
-
Timnas Korsel dituntut segera mencetak striker baru demi menghentikan ketergantungan pada sosok Son.
Suara.com - Lini serang Timnas Korea Selatan kini berada di persimpangan jalan yang krusial di Piala Dunia 2026. Ketergantungan kronis selama lebih dari satu dekade terhadap sosok Son Heung-Min mulai menemui titik jenuh.
Pemain yang kini berkarier di MLS bersama LAFC tersebut tidak bisa lagi dituntut bermain di level tertinggi secara terus-menerus. Di usianya yang telah menginjak 33 tahun, performanya tentu berbeda dibandingkan saat ia menyabet sepatu emas Premier League bersama Tottenham Hotspur.
Analisa yang ditulis ESPN, kreativitas individu Son memang masih kerap memunculkan keajaiban di lapangan hijau. Namun, magis tunggal sang kapten dinilai tidak akan cukup untuk membawa Taeguk Warriors melangkah jauh di putaran final Piala Dunia kali ini.
Nama Lee Kang-In mencuat sebagai kandidat terkuat untuk mewarisi takhta sebagai motor serangan utama Korea Selatan. Gelandang Paris Saint-Germain berusia 25 tahun ini memiliki modal mentereng lewat tiga trofi Ligue 1 dan titel juara Liga Champions 2024-2025.
Sayangnya, kontribusi Lee di level klub Eropa masih menyisakan catatan karena ia lebih sering turun sebagai pemain pengganti. Pada kompetisi Liga Champions musim ini saja, seluruh sepuluh penampilannya tercatat dimulai dari bangku cadangan.
Pilihan realistis lainnya ada pada pundak Hwang Hee-Chan, penyerang yang dikenal dengan kerja kerasnya di lapangan. Hwang punya rekam jejak bagus, termasuk gol dramatisnya ke gawang Portugal yang meloloskan Korsel ke babak 16 besar pada Piala Dunia lalu.
Namun, penyerang berusia 30 tahun itu baru saja melewati musim yang kelam di kompetisi domestik. Klubnya, Wolverhampton Wanderers, terjerembab di dasar klasemen Premier League dan terdegradasi saat kompetisi masih menyisakan lima pertandingan.
Situasi ini memaksa tim kepelatihan Korea Selatan untuk mulai memantau potensi dari talenta yang jauh lebih muda. Sektor serang kini berharap pada nama-nama seperti Bae Jun-Ho (Stoke City) dan Yang Hyun-Jun (Celtic).
Meskipun memiliki faktor kejutan, kedua pemain muda ini dinilai belum teruji di kompetisi level tertinggi internasional. Hal serupa juga terjadi pada Oh Hyeon-Gyu, striker berusia 25 tahun yang kini tengah merintis karier di Turki bersama Beikta.
Baca Juga: Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Asa lain juga sempat disematkan pada Cho Gue-Sung yang sempat meledak pada gelaran Piala Dunia edisi sebelumnya. Performa Cho meredup pasca-pindah ke klub Denmark, Midtjylland, bahkan ia beberapa kali dicoret dari panggilan tim nasional.
Krisis penyerang murni Korsel sangat terlihat ketika tim nasional terpaksa memberikan debut kepada Joo Min-Kyu. Striker domestik berusia 34 tahun tersebut dipanggil sebagai solusi instan untuk memecah kebuntuan lini depan.
Secara historis, publik sepak bola Korea Selatan sangat beruntung bisa memiliki talenta berbakat seperti Son Heung-Min dalam jangka waktu lama. Namun, turnamen akbar tahun ini harus menjadi momentum transisi mutlak bagi masa depan tim.
Pertanyaan mendasar yang harus dijawab sekarang bukan lagi sekadar siapa yang bisa membantu Son di atas lapangan. Fokus utama harus beralih pada siapa sosok yang siap menggantikan peran vitalnya saat ia pensiun nanti.
Piala Dunia 2026 menjadi panggung pembuktian bagi generasi baru untuk lepas dari bayang-bayang sang legenda. Mempersiapkan taktik tanpa ketergantungan pada Son harus dimulai dari sekarang demi menjaga taji Korsel di panggung dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Gara-gara Fogging, Sistem Pemadam di Basement KPK Aktif dan Dikira Kebakaran
-
Galaxy S26 FE Jadi yang Pertama Bawa One UI 9, Samsung Genjot Kamera dan Galaxy AI
-
KPK Geledah Kantor Disdik Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa!
-
Kabar Baik dari Halimun Salak! 51 Macan Tutul Jawa Buktikan Alam dan Manusia Bisa Berbagi Ruang
-
Kuansing Status Siaga Darurat Bencana Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Aragon Menanti Marc Marquez: Mampukah Sang Raja Kembali Berjaya?
-
Heboh Harga Yamaha R2 40 Jutaan, Mesin DOHC Garang yang Bikin R15 Minder
-
Menkomdigi Ubah Aturan Kuota Internet, Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota dan Beri Pilihan Pelanggan
-
Rektor Diberhentikan, 9 Dosen Di-PTDH, Ada Apa di Universitas PGRI Palembang?
-
5 Cara Pakai Air Mawar Viva untuk Bikin Wajah Glowing Maksimal