- Arsenal akan menghadapi Paris Saint-Germain pada final Liga Champions 2025/2026 di Budapest untuk meraih trofi Eropa pertama.
- Juara bertahan Paris Saint-Germain diunggulkan karena memiliki lini serang tajam serta rekor impresif di fase gugur kompetisi.
- Arsenal berencana mengeksploitasi kelemahan pertahanan Paris Saint-Germain melalui strategi tekanan tinggi, situasi bola mati, dan serangan balik cepat.
Suara.com - Arsenal hanya tinggal selangkah lagi menuju sejarah terbesar klub.
Jika mampu mengalahkan Paris Saint-Germain di final Liga Champions 2025/2026 di Budapest, pasukan Mikel Arteta akan mengangkat trofi Eropa pertama mereka sekaligus mencatatkan double winner bersama gelar Premier League musim ini.
Namun tantangan yang menanti tidak ringan. PSG datang sebagai juara bertahan dan dianggap sebagai tim paling menakutkan di Eropa saat ini.
PSG Datang Sebagai Favorit Juara
PSG punya pengalaman, kualitas skuad, dan mental juara yang membuat mereka lebih diunggulkan.
Klub asal Paris itu musim lalu menghancurkan Inter Milan 5-0 di final Liga Champions dan terus tampil dominan sepanjang musim ini.
Dalam perjalanan menuju final, PSG sukses menyingkirkan Liverpool, Chelsea, Bayern Munchen, hingga Monaco.
PSG juga memiliki rekor impresif melawan klub Inggris dengan selalu menang dalam lima duel terakhir di fase gugur.
Arsenal Harus Bermain Sempurna
Baca Juga: Final Liga Champions PSG vs Arsenal: 10 Fakta Penting yang Wajib Diketahui
Meski Arsenal kini menempati posisi teratas dalam ranking kekuatan Opta, mereka tetap dianggap underdog menghadapi PSG.
Untuk bisa juara, The Gunners diprediksi harus memainkan pertandingan terbaik mereka musim ini.
Banyak yang memperkirakan Arsenal akan mengandalkan pertahanan solid dan mencoba menang tipis.
Statistik menunjukkan Arsenal sudah 11 kali menang 1-0 di semua kompetisi musim ini, terbanyak dibanding tim lain di lima liga top Eropa.
Trio PSG Jadi Ancaman Besar
Masalahnya, menghentikan lini depan PSG bukan perkara mudah.
Berita Terkait
-
Final Liga Champions PSG vs Arsenal: 10 Fakta Penting yang Wajib Diketahui
-
Final Champions League: Benturan Ideologi Klasik Arsenal Lawan Gaya Futuristik Skuat PSG
-
Kontrak Mikel Arteta di Arsenal Segera Diperpanjang Usai Akhiri Puasa Gelar Liga Inggris
-
Arsenal Diklaim Belum Puas dengan Viktor Gyokeres, Aktif Cari Striker di Bursa Transfer
-
Khvicha Kvaratskhelia Optimis PSG Bisa Pertahankan Gelar Liga Champions
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Struktur Lapisan Bumi dari Kerak sampai Inti Bumi, Penjelasan dan Gambarnya
-
Karhutla di Aceh Barat Meluas, Tembus 6,5 Hektare Lahan
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
-
Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar
-
Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK
-
Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga
-
Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
-
Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla
-
Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo