- PSG berhasil menjuarai Liga Champions di Puskas Arena pada 30 Mei 2026 setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti.
- Kapten PSG, Marquinhos, menghibur Gabriel Magalhaes yang gagal mengeksekusi penalti krusial hingga menentukan kekalahan bagi pihak Arsenal.
- Marquinhos memberikan dukungan moral karena teringat pengalaman pribadinya saat gagal mengeksekusi penalti pada Piala Dunia tahun 2022 lalu.
Suara.com - Kapten Paris Saint-Germain (PSG), Marquinhos akhirnya mengungkapkan isi percakapan emosionalnya bersama bek Arsenal, Gabriel Magalhaes sesaat setelah laga final Liga Champions berakhir, Sabtu (30/5/2026) malam WIB.
Dalam pertandingan puncak yang menegangkan di Puskas Arena, Budapest, PSG sukses mempertahankan trofi juara Eropa setelah mengandaskan perlawanan Arsenal melalui babak adu penalti yang dramatis dengan skor akhir 4-3.
Arsenal sejatinya sempat membuka keunggulan terlebih dahulu lewat gol Kai Havertz, sebelum akhirnya disamakan oleh PSG melalui sepakan penalti Ousmane Dembele yang sukses menaklukkan penjaga gawang David Raya pada paruh kedua.
Skor imbang 1-1 terus bertahan hingga waktu normal dan babak tambahan waktu berakhir, memaksa penentuan pemenang diselesaikan lewat adu ketangkasan di titik putih.
Momen krusial sekaligus menyakitkan bagi kubu Meriam London terjadi ketika eksekusi kaki kiri Gabriel melambung tinggi di atas mistar gawang, memastikan gelar juara jatuh ke tangan raksasa Prancis untuk kedua kalinya secara beruntun.
Ketika rekan-rekan setimnya di PSG sedang berlari merayakan kesuksesan mempertahankan takhta Eropa, Marquinhos justru memperlihatkan jiwa kepemimpinan serta empati yang luar biasa.
Bek senior asal Brasil tersebut memilih untuk menghampiri Gabriel yang terduduk lesu akibat dihantam rasa kecewa yang mendalam. Keduanya tampak berpelukan erat di tengah lapangan.
Baru-baru ini Marquinhos membeberkan alasan mengapa dirinya langsung mendatangi kompatriotnya tersebut.
Ia mengaku kegagalan Gabriel secara instan mengingatkannya pada luka lamanya sendiri saat gagal mengeksekusi penalti kontra Kroasia pada babak perempat final Piala Dunia 2022.
Baca Juga: Parade Juara Arsenal Berujung Rusuh: 16 Ditangkap dan Satu Orang Ditikam
"Begitu dia gagal mengeksekusi penalti, saya langsung teringat bagaimana perasaan saya ketika gagal melawan Kroasia yang membuat kami tersingkir dari Piala Dunia terakhir," ujar Marquinhos dikutip dari BR Football.
Marquinhos yang kini menginjak usia 32 tahun, sangat memahami betapa beratnya hantaman psikologis yang harus ditanggung oleh seorang pemain bertahan kala melakukan kesalahan fatal di laga sekrusial final Liga Champions.
"Itu adalah momen yang sangat sulit baginya, sebuah tanggung jawab yang besar. Saya pernah mengalaminya sendiri dan tahu betapa beratnya ketika hal seperti itu terjadi kepada seorang pemain," jelasnya.
Pemain veteran tersebut sadar betul bahwa proses pemulihan mental dari kegagalan semacam itu membutuhkan ketangguhan jiwa yang luar biasa besar.
"Anda harus sangat kuat untuk bisa bangkit dari momen seperti itu, dan saya tahu betapa sulitnya," ucap Marquinhos.
"Gabriel benar-benar ingin memenangkan gelar ini dan merasakan semua tekanan itu. Dia tahu jika gagal, maka mimpi tersebut akan hilang dan kami yang akan menjadi juara," tambahnya.
Tag
Berita Terkait
-
Petinggi Real Madrid Desak Florentino Perez Boyong Declan Rice
-
Declan Rice: Ini Seperti Lotre
-
Dihadiri 1,5 Juta Orang, Parade Juara Arsenal Pecahkan Rekor Liga Inggris
-
Parade Juara Liga Inggris, Ini Sindiran Pedas Noni Madueke untuk Chelsea
-
Raih MVP Liga Champions, Khvicha Kvaratskhelia Kandidat Kuat Ballon d'Or 2026
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Mathew Baker Naik Kelas, Nova Arianto Bangga Target Utama Cetak Pemain Senior Tercapai
-
Antonio Rudiger Bertahan, Alasan Real Madrid Tunda Pengumuman Resmi Kontrak Baru Sang Bek
-
John Herdman Waspadai Malaysia dan Thailand di Piala AFF 2026
-
Misteri Hattrick Piala Dunia: Mengapa Paling Banyak Terjadi di Hari Minggu?
-
Rekor Debutan Termuda Piala Dunia: Pele hingga Etoo, Siapa yang Paling Muda dalam Sejarah
-
8 Pemain Keturunan Timnas Indonesia Dicoret John Herdman di FIFA Matchday Juni
-
Cristiano Ronaldo Jadi Beban? Pundit Sebut Portugal Lebih Berbahaya Tanpa CR7
-
Kisah Langka di Piala Dunia 2026! Dua Saudara Kandung Jadi Andalan Prancis Kejar Gelar Juara
-
Skuad Resmi Meksiko untuk Piala Dunia 2026, Guillermo Ochoa Cetak Rekor Bersejarah
-
Aturan Baru Piala Dunia 2026: FIFA Haramkan Cara Cerdik Arsenal Cetak Gol