Bola / Bola Dunia
Rabu, 03 Juni 2026 | 11:16 WIB
Sardar Azmoun (AFP)
Baca 10 detik
  • Timnas Iran resmi mencoret striker andalan Sardar Azmoun dari skuad Piala Dunia 2026.

  • Pencoretan Azmoun dipicu alasan politis terkait isu loyalitas negara setelah berfoto dengan pemimpin UEA.

  • Persiapan Iran terhambat masalah visa Amerika Serikat sehingga harus menggelar pemusatan latihan di Turki.

Suara.com - Keputusan radikal diambil pelatih Amir Ghalenoei dengan menyingkirkan Sardar Azmoun dari daftar 26 pemain Tim Melli untuk Piala Dunia 2026. Striker paling produktif tersebut dipastikan absen akibat riak politik luar negeri yang memicu tuduhan ketidakloyalaran terhadap negara.

Langkah ekstrem ini membuktikan bahwa tensi geopolitik kini mendikte komposisi taktis di dalam lapangan hijau Iran. Kehilangan pemain berjuluk 'Messi dari Persia' tersebut menjadi pukulan telak bagi lini serang di tengah ambisi besar mereka.

Kebijakan pencoretan ini memicu perdebatan sengit di kalangan publik sepak bola internasional karena mengorbankan pilar krusial demi asas kepatuhan politik. Ketegangan ini mengaburkan fokus persiapan tim yang saat ini tengah diuji dalam pemusatan latihan.

Selebrasi Sardar Azmoun setelah menjebol gawang Qatar di semifinal Piala Asia 2023 (the-afc.com)

Media lokal secara masif mengaitkan absennya juru gedor berusia 31 tahun itu dengan sebuah foto kontroversial. Foto kebersamaan Azmoun dengan Perdana Menteri Uni Emirat Arab, Mohammed bin Rashid Al Maktoum, dinilai fatal oleh otoritas Teheran.

Uni Emirat Arab dianggap sebagai representasi blok musuh karena menjalin kemitraan erat dengan Amerika Serikat dan Israel. Kedekatan visual tersebut langsung memicu sentimen pengkhianatan di tengah situasi negara yang sedang sensitif.

Padahal, statistik mencatat kontribusi Azmoun sangat masif lewat raihan 57 gol dari 91 pertandingan internasional bersama tim nasional. Ketajamannya di area penalti kini terpaksa digantikan oleh nama-nama lain demi stabilitas ideologis skuad.

Striker Timnas Iran, Sardar Azmoun saat memperkuat klubnya, AS Roma. [Alberto PIZZOLI / AFP]

Di bawah asuhan Amir Ghalenoei, Tim Melli kini bertumpu pada ketajaman penyerang Olympiacos, Mehdi Taremi, untuk menggedor pertahanan lawan. Gelandang kawakan Alireza Jahanbakhsh juga diandalkan guna menjaga ritme permainan dan kepemimpinan di lapangan.

Selain polemik internal pemain, perjalanan Timnas Iran menuju turnamen akbar ini juga dihantam hambatan birokrasi dan diplomatik. Otoritas tim nasional terpaksa memindahkan lokasi pemusatan latihan ke Antalya, Turki, sejak pertengahan Mei lalu.

Langkah pengungsian latihan ke Turki ini diambil akibat belum terbitnya visa masuk ke Amerika Serikat untuk para pemain. Kondisi ini memperpanjang daftar kerumitan logistik tim akibat posisi politik mereka yang berseberangan dengan negara tuan rumah.

Baca Juga: Timnas Kongo Tersandung Jelang Piala Dunia 2026, Laga Uji Coba Dibatalkan Gegara Ebola

Selama menetap sementara di Turki, tim pelatih menjadwalkan serangkaian pertandingan uji coba demi menjaga atmosfer kompetitif. Setelah membantai Gambia 3-1, mereka dijadwalkan kembali berhadapan dengan lawan yang sama pada 4 Juni esok.

Partisipasi Iran dalam Piala Dunia 2026 terus dibayangi oleh konflik geopolitik yang sedang memanas dengan poros Amerika Serikat dan Israel. Ketegangan bersenjata dan pemutusan jalur diplomatik membuat pergerakan skuad olahraga mereka selalu diawasi ketat.

Sardar Azmoun sendiri mendapatkan julukan 'Messi dari Persia' berkat kelincahan, kemampuan dribel mematikan, serta dominasi kekuatan kaki kirinya. Namun, modal talenta besar tersebut kini harus tunduk di bawah doktrin loyalitas negara yang diterapkan secara kaku.

Daftar Resmi 26 Pemain Timnas Iran ke Piala Dunia 2026:

Kiper: Alireza Beiranvand, Hossein Hosseini, Payam Niazmand.

Belakang: Ehsan Haji Safi, Milad Mohammadi, Ali Nemati, Daniyal Eiri, Shoja Khalilzadeh, Mohammadhossein Kanani, Saleh Hardani, Ramin Rezaeian.

Tengah: Arya Yousefi, Alireza Jahanbakhsh, Saeid Ezatolahi, Roozbeh Cheshmi, Amirmohammad Rezzaghinia, Mehdi Ghaedi, Saman Ghoddos, Mohammad Ghorbani, Mehdi Torabi, Mohammad Mohebbi.

Depan: Mehdi Taremi, Shahriyar Moghanlou, Dennis Dargahi, Ali Alipour, Amirhossein Hosseinzadeh.

Load More