Bola / Bola Indonesia
Kamis, 04 Juni 2026 | 15:00 WIB
Toma Junior Popov mendukung Prancis juara Piala Dunia 2026. Pebulu tangkis Prancis itu menyebut Michael Olise lebih berpotensi bersinar dibanding Mbappe. [Dok. IG Toma Junior Popov]
Baca 10 detik
  • Atlet bulu tangkis Toma Junior Popov menyatakan dukungan penuh bagi tim nasional Prancis di Piala Dunia 2026.
  • Popov memprediksi Michael Olise akan tampil gemilang bersama Prancis dalam ajang sepak bola di Amerika Utara tersebut.
  • Di tengah euforia sepak bola, Popov sukses melaju ke babak perempat final turnamen Indonesia Open 2026 di Jakarta.

Sukses Melaju ke Perempat Final Indonesia Open 2026

Di luar perbincangan soal sepak bola, Popov baru saja mengukir prestasi gemilang dengan memastikan diri lolos ke babak perempat final turnamen BWF Super 1000 Indonesia Open 2026.

Kepastian tiket delapan besar didapat setelah dirinya sukses mengalahkan tunggal putra Irlandia, Nhat Nguyen.

Popov mengunci kemenangan melalui pertarungan dua gim langsung dengan skor 21-16 dan 21-19.

Kemenangan tersebut terasa spesial bagi sang atlet mengingat lawannya kali ini merupakan rekan yang sudah dikenalnya sejak usia dini.

Hasil positif ini sekaligus menjaga asa Prancis untuk meraih gelar juara di salah satu turnamen bulu tangkis paling prestisius di Asia.

Ketegangan Mental di Atas Lapangan

Meski menang dalam dua gim langsung, pemain peringkat ke-17 dunia itu mengaku harus berjuang keras menjaga fokus pada poin-poin krusial.

Latar belakang kedua pemain yang sama-sama berasal dari Eropa membuat atmosfer pertandingan di Istora Senayan terasa sangat menegangkan.

Baca Juga: Pebulu Tangkis Hong Kong Keturunan Indonesia Jagokan Portugal Juara Piala Dunia 2026

“Saya rasa itu pertandingan yang cukup menegangkan, sedikit membuat stres bagi saya dan Nhat karena kami sama-sama orang Eropa dan sudah sering bertemu sejak masih kecil," ujar Popov.

Intensitas latihan bersama yang terkadang mereka jalani membuat pola permainan masing-masing sudah sangat mudah dibaca satu sama lain.

“Saya pikir kami berdua benar-benar mendorong diri hingga batas maksimal. Seperti yang bisa dilihat di akhir gim kedua, pertandingan berlangsung sangat ketat dalam banyak aspek permainan,” tutupnya.

Load More