-
Kroasia memetik kemenangan penting 2-1 atas Slovenia berkat gol telat dari Mario Pasalic.
-
Laga uji coba antara Norwegia dan Maroko berakhir imbang 1-1 melalui gol Odegaard.
-
Pertandingan Denmark vs Ukraina dihentikan akibat Christian Eriksen yang mendadak kolaps di lapangan.
Alarm Medis Christian Eriksen
Di balik ketatnya persiapan taktis, laga Denmark melawan Ukraina di Odense terpaksa dihentikan prematur.
Gelandang senior Denmark, Christian Eriksen, tiba-tiba kolaps dan pingsan di tengah lapangan pada menit ke-65.
Pemain berusia 34 tahun tersebut sempat memegang dadanya sebelum terjatuh dalam posisi Denmark unggul 2-1.
Suasana mencekam langsung menyelimuti stadion, memicu aksi cepat dari tim medis untuk memberikan pertolongan pertama.
Eriksen akhirnya berhasil sadar kembali dan mampu meninggalkan lapangan dengan berjalan kaki menuju rumah sakit.
Dokter tim nasional Denmark, Morten Boesen, memberikan konfirmasi resmi mengenai kondisi terkini sang pemain pasca-insiden tersebut.
"Christian Eriksen dalam keadaan baik dan bisa berjalan sendiri keluar lapangan ini. Dia akan menjalani serangkaian pemeriksaan medis di rumah sakit untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Christian baik-baik saja. Dia meminta saya untuk menyampaikan salam kepada semua pemain serta mengatakan bahwa dia dalam kondisi baik," ujar Morten Boesen.
Dampak Psikologis Skuad
Baca Juga: Kisah Austria Akhiri Kutukan 28 Tahun di Piala Dunia 2026 Bersama Heavy Pressing Ralf Rangnick
Pelatih Denmark, Brian Riemer, tidak menampik bahwa kejadian tersebut memberikan guncangan psikologis yang hebat bagi timnya.
Keselamatan nyawa pemain kini menjadi prioritas utama di atas hasil akhir sebuah pertandingan sepak bola.
"Pertama-tama, ini adalah pengalaman yang sangat mengejutkan bagi semua orang, baik staf, pemain maupun tim lawan. Dokter Morten Boesen dapat memastikan bahwa Christian dalam keadaan baik. Itu satu-satunya hal yang penting dalam situasi ini," kata Brian Riemer.
Sebagai informasi latar belakang, insiden ini bukan pertama kalinya dialami oleh gelandang klub Wolfsburg tersebut.
Eriksen pernah mengalami henti jantung serupa pada gelaran Euro 2021 sebelum akhirnya menggunakan alat pacu jantung.
Hingga saat ini, publik sepak bola dunia masih menantikan hasil pemeriksaan medis komprehensif terkait kondisi fisiknya.
Rentetan uji coba ini menegaskan bahwa aspek fisik dan keselamatan pemain memegang peranan vital menuju turnamen akbar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
PSIM Yogyakarta Datangkan Mantan Bek Timnas Ceko, Ondrej Rudzan
-
RUU Perampasan Aset Belum Rampung, Pemerintah Tunggu DPR
-
5 Posisi Meja Kerja Menurut Feng Shui agar Fokus Meningkat dan Rezeki Lancar
-
Pembukaan Akses Secara Paksa, Kubu PB XIV Purboyo Tegas akan Lawan Usai dapat Ancaman dan Intimidasi
-
Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran
-
Misi Sulit Kiandra Ramadhipa Rebut Puncak Klasemen Moto3 Junior di Prancis
-
Mengerikan! Bus Suporter Argentina Dihujani Tembakan, Satu Orang Terluka
-
Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Naik Penyidikan, Empat Terlapor Mulai Didalami
-
Mobil Brimob Terserempet KA Bandara di Sedayu, Begini Kronologinya
-
Penyelesaian Konflik Papua Harus Dimulai dari Dialog, Bukan Senjata