Bola / Bola Dunia
Selasa, 09 Juni 2026 | 15:45 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah beragam kasus jelang Piala Dunia 2026.[Istimewa]
Baca 10 detik
  • Otoritas imigrasi Amerika Serikat melarang wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, masuk wilayah AS jelang Piala Dunia 2026.
  • Keputusan pelarangan tersebut dilakukan dengan alasan kekhawatiran pihak berwenang terkait proses verifikasi dokumen terhadap wasit terbaik FIFA tersebut.
  • Penolakan masuknya wasit Artan menuai kecaman karena dinilai merusak komitmen keadilan serta semangat sportivitas dalam ajang Piala Dunia.

Suara.com - Beragam masalah terutama imigrasi menghantam Amerika Serikat menjelang digelarnya Piala Dunia 2026.

Terbaru, mereka melarang masuknya wasit Piala Dunia FIFA dari Somalia, Omar Abdulkadir Artan dengan alasan kekhawatiran terkait proses verifikasi.

Artan sendiri merupakan salah satu wasit terbaik FIFA yang mewakili kawasan Afrika.

Otoritas imigrasi federal melarang seorang wasit sepak bola Somalia yang dijadwalkan untuk memimpin Piala Dunia FIFA memasuki AS.

Media luar, Express, bahkan menyebut FIFA  dipermalukan bahkan sebelum Piala Dunia dimulai karena Donald Trump menang.

Wasit Piala Dunia FIFA dari Somalia, Omar Abdulkadir Artan dilarang masuk Amerika dengan alasan kekhawatiran terkait proses verifikasi. [CBS News]

"FIFA sekali lagi dipermalukan menjelang Piala Dunia, yang telah berubah menjadi pertunjukan sirkus," tulis laman itu dilansir, Selasa (9/6/2026).

"Bola bahkan belum ditendang, dengan Meksiko dan Afrika Selatan memulai turnamen pada Kamis malam. Namun, persiapan menjelang turnamen ini sungguh menggelikan. Siapa yang bisa menduga hal itu akan terjadi?".

Jawaban atas pertanyaan itu adalah hampir semua orang yang memiliki akal sehat, mengingat turnamen ini sebagian besar diadakan di Amerika Serikat.

Negara yang sama yang telah menjadi bahan tertawaan dunia selama 10 tahun terakhir.

Baca Juga: Dari Terusan ke Piala Dunia 2026: Cerita Panama yang Lahir Dua Kali

"Negara yang sama yang penuh dengan orang-orang bodoh yang dengan senang hati memilih Donald Trump sebagai presiden mereka bukan hanya sekali, tetapi dua kali," tambah laman tersebut.

Sementara penasihat senior Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia dan mantan kapten timnas, Ciise Aden Abshir, mengutuk keputusan untuk tidak mengizinkan Artan masuk.

"Artan adalah salah satu wasit yang paling dihormati di Afrika dan pantas mendapatkan dukungan dari seluruh komunitas sepak bola. Keputusan tersebut merusak komitmen sepak bola terhadap keadilan, prestasi, dan semangat fair play," tegas dia.

Load More