- Otoritas imigrasi Amerika Serikat melarang wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, masuk wilayah AS jelang Piala Dunia 2026.
- Keputusan pelarangan tersebut dilakukan dengan alasan kekhawatiran pihak berwenang terkait proses verifikasi dokumen terhadap wasit terbaik FIFA tersebut.
- Penolakan masuknya wasit Artan menuai kecaman karena dinilai merusak komitmen keadilan serta semangat sportivitas dalam ajang Piala Dunia.
Suara.com - Beragam masalah terutama imigrasi menghantam Amerika Serikat menjelang digelarnya Piala Dunia 2026.
Terbaru, mereka melarang masuknya wasit Piala Dunia FIFA dari Somalia, Omar Abdulkadir Artan dengan alasan kekhawatiran terkait proses verifikasi.
Artan sendiri merupakan salah satu wasit terbaik FIFA yang mewakili kawasan Afrika.
Otoritas imigrasi federal melarang seorang wasit sepak bola Somalia yang dijadwalkan untuk memimpin Piala Dunia FIFA memasuki AS.
Media luar, Express, bahkan menyebut FIFA dipermalukan bahkan sebelum Piala Dunia dimulai karena Donald Trump menang.
"FIFA sekali lagi dipermalukan menjelang Piala Dunia, yang telah berubah menjadi pertunjukan sirkus," tulis laman itu dilansir, Selasa (9/6/2026).
"Bola bahkan belum ditendang, dengan Meksiko dan Afrika Selatan memulai turnamen pada Kamis malam. Namun, persiapan menjelang turnamen ini sungguh menggelikan. Siapa yang bisa menduga hal itu akan terjadi?".
Jawaban atas pertanyaan itu adalah hampir semua orang yang memiliki akal sehat, mengingat turnamen ini sebagian besar diadakan di Amerika Serikat.
Negara yang sama yang telah menjadi bahan tertawaan dunia selama 10 tahun terakhir.
Baca Juga: Dari Terusan ke Piala Dunia 2026: Cerita Panama yang Lahir Dua Kali
"Negara yang sama yang penuh dengan orang-orang bodoh yang dengan senang hati memilih Donald Trump sebagai presiden mereka bukan hanya sekali, tetapi dua kali," tambah laman tersebut.
Sementara penasihat senior Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia dan mantan kapten timnas, Ciise Aden Abshir, mengutuk keputusan untuk tidak mengizinkan Artan masuk.
"Artan adalah salah satu wasit yang paling dihormati di Afrika dan pantas mendapatkan dukungan dari seluruh komunitas sepak bola. Keputusan tersebut merusak komitmen sepak bola terhadap keadilan, prestasi, dan semangat fair play," tegas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi