-
Roberto Martinez menegaskan Cristiano Ronaldo sama sekali tidak memikirkan rencana pensiun dari tim nasional Portugal.
-
Laga uji coba melawan Nigeria menjadi simulasi taktis final Portugal sebelum menghadapi RD Kongo.
-
Martinez akan melakukan rotasi total sebelas pemain demi menjaga kebugaran menjelang Piala Dunia.
Suara.com - Skuad Timnas Portugal memilih menutup mata terhadap rumor laga perpisahan Cristiano Ronaldo di hadapan publik sendiri menjelang kompetisi Piala Dunia 2026. Fokus utama armada Selecao das Quinas saat ini sepenuhnya tertuju pada pemantapan taktik akhir dan performa kolektif tim.
Ronaldo, yang kini menginjak usia 41 tahun, bersiap mencetak sejarah baru lewat penampilan keenamnya di turnamen sepak bola terakbar sejagat tersebut. Bintang Al Nassr itu masih didorong oleh ambisi besar mengamankan satu-satunya trofi bergengsi yang belum pernah diraih sepanjang karier gemilangnya.
Pelatih Kepala Portugal, Roberto Martinez, menegaskan bahwa sang mega bintang sama sekali tidak terpengaruh oleh narasi emosional mengenai masa depannya di tim nasional. Keteladanan etos kerja Ronaldo di dalam maupun di luar lapangan diakui menjadi motor penggerak utama bagi seluruh anggota tim.
"Kapten kami memberi contoh dalam segala hal yang dia lakukan," ujar Martinez mengenai Ronaldo pada hari Selasa, dikutip dari ESPN.
"Dia memberikan segalanya, 24 jam sehari, untuk membantu tim nasional. Kapten kami dan pemain lainnya tidak memikirkan masa depan. Kami tidak tahu apa yang bisa terjadi di masa depan karena mereka bisa cedera dan ada keputusan yang di luar kendali mereka," tambahnya.
Komitmen penuh sang kapten di masa persiapan ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas konsentrasi tim di tengah sorotan media global. Martinez menggarisbawahi bahwa target jangka pendek yang paling realistis adalah memaksimalkan setiap kesempatan latihan yang ada.
"Fokusnya adalah pada latihan, menjadi yang terbaik, mempraktikkan konsep-konsep dan menunjukkan kebanggaan dalam mengenakan jersi. Itulah contoh yang dia berikan. Satu-satunya tujuannya adalah memanfaatkannya untuk hari esok guna berkembang."
Menjelang laga uji coba terakhir melawan Nigeria di Leiría, rotasi pemain secara besar-besaran dipastikan bakal menjadi strategi utama Martinez. Langkah ini diambil untuk memastikan kebugaran fisik sekaligus memberikan atmosfer pertandingan bagi seluruh pilar yang dibawa.
"Ide dasarnya adalah melakukan sebelas pergantian pemain dan mencoba memastikan semua orang mendapatkan waktu bermain," kata Martinez.
Baca Juga: Tuchel Tolak Anggapan Timnas Inggris Favorit Juara Piala Dunia 2026: Kami Hanya Penantang!
"Bagi lima atau enam pemain kami, ini akan menjadi pertandingan pertama mereka. Fokusnya tetap pada individu dan memberikan menit bermain bagi mereka yang membutuhkan. Prioritas nomor satu kami adalah memastikan para pemain naik ke pesawat dalam kondisi siap untuk Piala Dunia."
Pertandingan menghadapi Nigeria diproyeksikan sebagai simulasi taktis yang sempurna sebelum Portugal melakoni laga pembuka Grup melawan Republik Demokratik Kongo. Karakter permainan fisik dan cepat khas sepak bola Afrika menjadi poin evaluasi penting yang ingin diuji oleh tim pelatih.
"Kekuatan Portugal terletak pada komitmen semua orang. Tanggung jawabnya adalah mempersiapkan para pemain untuk membantu tim. Menggunakan bakat mereka untuk menang."
Eksperimen strategi ini dinilai penting agar tim memiliki opsi formasi yang dinamis saat menghadapi kebuntuan di turnamen resmi nanti. Martinez memandang laga pemanasan ini sebagai tolok ukur kesiapan mental anak asuhnya.
"Kami memiliki kesempatan untuk mengerjakan aspek-aspek yang serupa dengan apa yang akan kami hadapi melawan Kongo," tuturnya.
"Ini adalah tim Afrika yang berbeda. Ini akan menjadi lawan yang menuntut, yang akan menjadi ujian untuk mempersiapkan skuad kami."
Berita Terkait
-
Mengapa Piala Dunia 2026 Dipenuhi Pemain Berusia 40 Tahun? Ini Penjelasan Sains dan Rahasianya
-
FIFA Larang Bendera Lama Iran Berkibar di Stadion Saat Piala Dunia 2026
-
Kondisi Bukayo Saka Mengkhawatirkan, Thomas Tuchel Hati-Hati Mainkan di Piala Dunia 2026
-
Tuchel Tolak Anggapan Timnas Inggris Favorit Juara Piala Dunia 2026: Kami Hanya Penantang!
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Tersisih dari Piala Dunia, Cole Palmer dan Joao Pedro Justru Tampil di Film Confessions II
-
Mengapa Piala Dunia 2026 Dipenuhi Pemain Berusia 40 Tahun? Ini Penjelasan Sains dan Rahasianya
-
FIFA Larang Bendera Lama Iran Berkibar di Stadion Saat Piala Dunia 2026
-
Kondisi Bukayo Saka Mengkhawatirkan, Thomas Tuchel Hati-Hati Mainkan di Piala Dunia 2026
-
Barcelona Khawatir Lamine Yamal Dipaksakan Tampil di Piala Dunia 2026
-
Kapten Mozambik Doakan Timnas Indonesia Bisa Tembus Piala Dunia 2030
-
Tuchel Tolak Anggapan Timnas Inggris Favorit Juara Piala Dunia 2026: Kami Hanya Penantang!
-
Kondisi Bukayo Saka Perlu Perhatian Khusus Jelang Piala Dunia 2026
-
Aksi Mata-mata Pelatih Vietnam Dibalas Doa oleh John Herdman
-
Atletico Madrid Tolak Tawaran Rp2,69 Triliun dari Real Madrid untuk Julian Alvarez