Bola / Bola Dunia
Rabu, 10 Juni 2026 | 16:33 WIB
Bola resmi Piala Dunia 2026, Trionda, diprediksi membawa perubahan signifikan dalam permainan. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Adidas meluncurkan Trionda sebagai bola resmi Piala Dunia 2026 yang menggunakan desain empat panel inovatif dan tekstur khusus.
  • Hasil uji aerodinamika menunjukkan bola ini lebih stabil di udara, namun memiliki jarak tempuh tendangan yang lebih pendek.
  • Sensor terintegrasi dalam bola mendukung sistem VAR untuk mendeteksi sentuhan pemain secara akurat selama pertandingan Piala Dunia berlangsung.

Suara.com - Bola resmi Piala Dunia 2026, Trionda, diprediksi membawa perubahan signifikan dalam permainan.

Hasil uji aerodinamika menunjukkan bola ini lebih stabil saat melayang di udara, namun memiliki jangkauan sedikit lebih pendek pada umpan dan tendangan jarak jauh.

Produsen Adidas kembali menghadirkan inovasi dengan desain empat panel, yang pertama dalam sejarah Piala Dunia.

Permukaan bola dilengkapi tekstur khusus dan alur dalam untuk menjaga konsistensi pergerakan di udara.

Sejumlah pengujian dilakukan di terowongan angin untuk mengukur hambatan udara dan stabilitas lintasan bola.

Hasilnya, Trionda memiliki koefisien hambatan yang lebih konsisten dibanding pendahulunya, membuat arah bola lebih mudah diprediksi oleh pemain.

Bola resmi Piala Dunia 2026, Trionda, diprediksi membawa perubahan signifikan dalam permainan. [Istimewa]

“Data kami menunjukkan bola ini lebih stabil dalam rentang kecepatan permainan,” ungkap tim peneliti seperti dilansir dari O Globo

Stabilitas ini dinilai mengurangi efek liar seperti yang pernah terjadi pada bola Jabulani di Piala Dunia 2010.

Namun, ada konsekuensi dari desain tersebut.

Baca Juga: Mbappe, Dembele, hingga Olise: Mampukah Skuad Mewah Prancis Juara Piala Dunia 2026?

Dalam kondisi kecepatan tinggi, Trionda mengalami hambatan udara sedikit lebih besar, yang berpotensi membuat tendangan jarak jauh kehilangan beberapa meter dari jarak maksimalnya.

Meski perbedaannya tidak terlalu besar, efek ini diyakini tetap akan terasa di level kompetisi tertinggi.

Pemain kemungkinan harus menyesuaikan kekuatan dan teknik saat melakukan long pass atau tembakan jarak jauh.

Selain aspek performa, Trionda juga dibekali teknologi bola terhubung.

Sensor di dalam bola memungkinkan sistem VAR mendeteksi sentuhan secara real-time, membantu keputusan offside secara lebih akurat.

Meski hasil laboratorium menjanjikan, performa sesungguhnya masih akan diuji di lapangan.

Faktor seperti putaran bola, cuaca, hingga tekanan udara tetap menjadi variabel penting dalam menentukan perilaku bola selama pertandingan.

Dengan kombinasi stabilitas dan teknologi canggih, Trionda berpotensi mengubah dinamika permainan di Piala Dunia 2026.

Namun, adaptasi para pemain akan menjadi kunci utama dalam memaksimalkan karakteristik bola terbaru ini.

Load More