Bola / Bola Dunia
Senin, 15 Juni 2026 | 06:33 WIB
Timnas Iran resmi bertolak ke Turki untuk menjalani pemusatan latihan jelang Piala Dunia 2026. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Timnas Iran disambut meriah suporter di Tijuana sebelum bertolak menuju Los Angeles menghadapi Selandia Baru di Piala Dunia.
  • Skuad Iran menjalani logistik unik lintas negara akibat hambatan visa dan konflik diplomatik yang sedang berlangsung saat ini.
  • Presiden Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata di tengah perjuangan tim meraih kemenangan bagi rakyat Iran melalui ajang sepak bola.

Suara.com - Timnas Iran mendapat sambutan luar biasa saat meninggalkan Tijuana, Meksiko, menuju Los Angeles untuk laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru.

Ratusan suporter memadati area hotel, mengibarkan bendera dan meneriakkan dukungan penuh semangat.

Bahkan,  ada sebuah spanduk bertuliskan, “Iran, kamu tidak akan berjalan sendiri. Meksiko bersama kalian,”

Dukungan tersebut muncul di tengah situasi sulit yang dihadapi Iran terkait pembatasan masuk ke Amerika Serikat.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebuah tim Piala Dunia harus menjalani logistik lintas negara akibat konflik yang sedang berlangsung.

Iran menjadikan Tijuana sebagai basis utama karena kedekatannya dengan perbatasan AS.

Timnas Iran menjalani latihan dengan pengamanan ketat bersenjata di Meksiko jelang Piala Dunia 2026. Situasi geopolitik memengaruhi persiapan Team Melli. [Dok. IG teammellifootball]

Tim hanya masuk ke wilayah Amerika menjelang pertandingan, sebelum kembali lagi ke Meksiko setelah laga selesai.

Perjalanan dari Tijuana ke Los Angeles hanya memakan waktu sekitar 20 menit dengan pesawat.

Setibanya di Bandara Internasional Los Angeles, bus khusus telah menunggu untuk membawa skuad menuju hotel yang berjarak sekitar 15 menit dari stadion.

Baca Juga: Gagal Menang Lawan Jepang, Belanda Tetap Catat Rekor Apik di Piala Dunia

Situasi ini juga diwarnai kabar diplomatik.

Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kesepakatan gencatan senjata yang membuka kembali jalur strategis global, memberi sedikit harapan di tengah ketegangan.

Di sisi lain, masalah visa masih membayangi.

Dari 15 permohonan, baru empat anggota delegasi yang mendapatkan izin masuk, sementara sisanya masih tertahan akibat kebijakan yang berlaku.

Striker andalan Iran, Mehdi Taremi, menyuarakan kekecewaannya terhadap situasi yang dihadapi tim.

“Sepak bola seharusnya tentang persahabatan dan persatuan, tapi saat ini terasa ada ketegangan,” ujarnya.

Load More