- Pelatih Timnas Senegal, Papi Thiaw, menegur jurnalis yang mempertanyakan keputusan tim melaksanakan salat Jumat saat cuaca buruk di New Jersey.
- Papi Thiaw menegaskan bahwa kewajiban beribadah kepada Tuhan lebih utama dibandingkan agenda teknis maupun risiko cuaca saat Piala Dunia 2026.
- Timnas Senegal berkomitmen tetap menjalankan ibadah salat Jumat meskipun harus mengorbankan peluang meraih gelar juara di ajang Piala Dunia.
Rela Kehilangan Gelar Juara Dunia
Pria tersebut berani menggaransi bahwa rutinitas ibadah wajib ini akan tetap dilaksanakan dalam kondisi krusial apa pun selama turnamen di Amerika Utara berlangsung.
Pernyataan penutupnya sukses membungkam seisi ruang konferensi pers karena ia berani membawa laga puncak Piala Dunia 2026 sebagai perbandingan.
"Bahkan jika kami berhasil mencapai laga Final Piala Dunia, kami akan tetap pergi untuk menunaikan shalat Jumat meskipun pada akhirnya kami harus kehilangan gelar juara," pungkas Papi Thiaw.
Sikap tanpa kompromi ini sekaligus menjadi peringatan bagi pihak luar agar tidak lagi mencampuri agenda ibadah tim selama mereka menetap di Amerika Serikat.
Latar Belakang Perjuangan Singa Teranga
Sebagai informasi, tim nasional kebanggaan masyarakat Senegal ini berada di bawah naungan Federasi Sepak Bola Senegal.
Skuad yang dijuluki Les Lions de la Teranga atau Singa Teranga ini datang ke turnamen dengan membawa ambisi besar untuk mengharumkan nama Afrika.
Berdasarkan hasil undian resmi turnamen, mereka tergabung di Grup I yang menjanjikan persaingan ketat sejak fase penyisihan dimulai.
Baca Juga: Jepang Tak Lagi Pendek: Evolusi Fisik Samurai Biru Terbukti di Piala Dunia 2026
Ujian berat pertama bagi Papi Thiaw dan anak asuhnya akan langsung tersaji saat mereka menghadapi raksasa Eropa, Prancis, pada 17 Juni mendatang.
Setelah itu, perjuangan wakil Afrika ini akan berlanjut dengan menghadapi Norwegia pada 23 Juni dan ditutup lewat duel melawan Irak pada 27 Juni 2026.
Berita Terkait
-
Piala Dunia 2026: Winger Man United Jadi Pahlawan Kemenangan Pantai Gading Kalahkan Ekuador
-
Resmi Debut di Piala Dunia, Tijjani Reijnders Kenang Momen Didekati Timnas Indonesia
-
Eks Striker Persib Bandung dan Persis Solo Tampil di Piala Dunia 2026
-
Bisa Curi Satu Gol, Curacao Sukses Bikin Pelatih Jerman Terpukau
-
Dokumen Bermasalah, Perjalanan Uruguay ke AS untuk Piala Dunia 2026 Tertunda
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Hanif Sjahbandi Bagikan Resep Sukses Jadi Pemain Profesional di Future Star Competition 2026
-
Titisan Calvin Verdonk! Timnas Indonesia Bisa Panggil Wonderkid Liga Jerman Tanpa Naturalisasi
-
Media Asing Sebut Skema Gol Republik Ceko di Piala Dunia 2026 Mirip Timnas Indonesia
-
Kemenangan Buyar di Menit Akhir, Respons Frenkie de Jong Usai Belanda Ditahan Jepang
-
Skandal di Balik Kemenangan Jerman 7-1 atas Curacao, Petugas VAR Diselidiki FIFA
-
Piala Dunia 2026: Winger Man United Jadi Pahlawan Kemenangan Pantai Gading Kalahkan Ekuador
-
Resmi Debut di Piala Dunia, Tijjani Reijnders Kenang Momen Didekati Timnas Indonesia
-
Eks Striker Persib Bandung dan Persis Solo Tampil di Piala Dunia 2026
-
Bisa Curi Satu Gol, Curacao Sukses Bikin Pelatih Jerman Terpukau
-
Rumor Panas FIFA ASEAN Cup 2026: Pakistan Bantah Kabar Ikut Serta di Indonesia