- Republik Ceko mencetak gol melalui skema lemparan ke dalam jarak jauh pada ajang Piala Dunia 2026.
- Keberhasilan taktik tersebut memvalidasi lemparan jauh Pratama Arhan sebagai senjata mematikan bagi Timnas Indonesia di lapangan.
- Media Vietnam menyatakan kekhawatiran rival regional terhadap efektivitas taktik lemparan ke dalam Indonesia dalam memecah konsentrasi lawan.
Suara.com - Senjata mematikan berupa lemparan ke dalam jarak jauh milik Timnas Indonesia kini tak bisa lagi dipandang sebelah mata setelah skema serupa terbukti sukses membuahkan gol di ajang sekelas Piala Dunia 2026.
Gol pembuka Republik Ceko ke gawang Korea Selatan di laga pertama Grup A pada 12 Juni lalu, berawal dari skema throw-in. Hal itu diklaim mirip dengan skema yang sering diterapkan Timnas Indonesia, terutama di era kepelatihan Shin Tae-yong.
Ketakutan Media Vietnam Melihat Gol Republik Ceko
Media olahraga ternama asal Vietnam, Soha, secara khusus menyoroti kemiripan proses terciptanya gol sundulan Ladislav Krejci dengan pola serangan khas yang selama bertahun-tahun diperagakan oleh para pemain Indonesia.
Situasi kemelut di depan gawang yang berujung gol di Estadio Akron tersebut seketika membangkitkan kekhawatiran rival-rival regional terhadap skema lemparan jauh yang sangat identik dengan sosok Pratama Arhan.
"Menyaksikan gol-gol Piala Dunia, sembilan tim Asia Tenggara pasti merasa cemas ketika memikirkan Indonesia," tulis laporan jurnalis dari media Vietnam Soha.
Analisis mendalam dari media negara tetangga tersebut menekankan bahwa tidak banyak tim di dunia yang mampu mengeksekusi lemparan ke dalam menjadi ancaman langsung layaknya tendangan sudut.
Bola yang dilempar melambung secara keras ke jantung kotak penalti sering kali memaksa barisan pertahanan lawan kehilangan fokus hingga membuka ruang tembak yang krusial.
Validasi Taktik Khas Identitas Garuda
Baca Juga: Eks Striker Persib Bandung dan Persis Solo Tampil di Piala Dunia 2026
Keberhasilan tim Eropa sekelas Republik Ceko dalam menerapkan skema ini seakan menepis anggapan bahwa lemparan ke dalam jarak jauh hanyalah strategi kuno yang biasa dipakai oleh tim underdog.
Sepanjang beberapa tahun terakhir, kemampuan lemparan melengkung dan menukik dari pinggir lapangan memang telah bertransformasi menjadi tulang punggung serangan Timnas Indonesia di berbagai level kompetisi internasional.
Mulai dari turnamen kelompok umur, ajang Piala AFF, hingga laga Kualifikasi Piala Dunia yang krusial, lemparan jauh ini berulang kali terbukti ampuh memecah kebuntuan dan menghadirkan gol penentu kemenangan.
Bek kiri Timnas Indonesia, Pratama Arhan, menjadi nama yang paling ditakuti karena memiliki teknik khusus yang membuat laju bola sulit diantisipasi oleh penjaga gawang maupun bek tengah berpostur menjulang.
Media Soha juga mencatat bahwa banyak tim lawan yang mampu tampil solid sepanjang pertandingan akhirnya harus kehilangan konsentrasi hanya karena satu momen lemparan jauh yang berbahaya.
Senjata Unik Pemecah Konsentrasi Lawan
Berita Terkait
-
Kemenangan Buyar di Menit Akhir, Respons Frenkie de Jong Usai Belanda Ditahan Jepang
-
Skandal di Balik Kemenangan Jerman 7-1 atas Curacao, Petugas VAR Diselidiki FIFA
-
Papi Thiaw Semprot Jurnalis yang Persoalkan Skuad Senegal Shalat Jumat di Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 2026: Winger Man United Jadi Pahlawan Kemenangan Pantai Gading Kalahkan Ekuador
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kemenangan Buyar di Menit Akhir, Respons Frenkie de Jong Usai Belanda Ditahan Jepang
-
Skandal di Balik Kemenangan Jerman 7-1 atas Curacao, Petugas VAR Diselidiki FIFA
-
Papi Thiaw Semprot Jurnalis yang Persoalkan Skuad Senegal Shalat Jumat di Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 2026: Winger Man United Jadi Pahlawan Kemenangan Pantai Gading Kalahkan Ekuador
-
Resmi Debut di Piala Dunia, Tijjani Reijnders Kenang Momen Didekati Timnas Indonesia
-
Eks Striker Persib Bandung dan Persis Solo Tampil di Piala Dunia 2026
-
Bisa Curi Satu Gol, Curacao Sukses Bikin Pelatih Jerman Terpukau
-
Rumor Panas FIFA ASEAN Cup 2026: Pakistan Bantah Kabar Ikut Serta di Indonesia
-
Dokumen Bermasalah, Perjalanan Uruguay ke AS untuk Piala Dunia 2026 Tertunda
-
Jepang Tak Lagi Pendek: Evolusi Fisik Samurai Biru Terbukti di Piala Dunia 2026