-
Pelatih Hossam Hassan menyiapkan Hamza Abdelkarim sebagai suksesor masa depan Mohamed Salah di Mesir.
-
Barcelona resmi mempermanenkan kontrak Abdelkarim senilai €1,5 juta setelah melihat potensi besarnya.
-
Mesir mengusung misi kolektivitas tim guna mengakhiri ketergantungan penuh pada sosok Mohamed Salah.
Hassan menegaskan bahwa integrasi para pemain muda adalah investasi wajib demi menyelamatkan masa depan sepak bola negara tersebut. Warisan jangka panjang sedang dipersiapkan agar suporter dapat kembali melihat kejayaan tim nasional mereka.
"Pemain baru adalah masa depan skuad, negara, dan sepak bola Mesir," sambung mantan penyerang legendaris tersebut.
"Abdelkarim adalah pemain hebat yang akan mengejutkan para penggemar, bersama Salah, dan tentu saja bersama Marmoush."
"Mereka adalah talenta yang akan memberi nilai tambah bagi sepak bola negara ini dalam jangka panjang. Kita tidak bisa hanya melihat skuad yang ada saat ini, tetapi ada bakat muda lainnya di negara ini juga."
"Saya berharap kami dapat menemukan lebih banyak talenta dalam waktu dekat dan bahkan merekrut mereka," pungkasnya.
"Ini adalah warisan, peninggalan bagi para penggemar Mesir, dan keluarga sepak bola Mesir akan menyaksikannya di masa depan."
Revolusi taktik ini menjadi puncak dari kegeraman publik sepak bola Mesir yang sudah puasa gelar kontinental selama 16 tahun. Absennya trofi Piala Afrika dalam waktu lama memaksa federasi merombak cetak biru tim nasional secara radikal.
Hassan menargetkan fondasi tim baru yang kokoh ini akan matang sempurna dalam kurun waktu 1 tahun ke depan. Ia optimistis proyek jangka panjang ini akan mengembalikan disegani di mata dunia.
"Pada tahun 2027, Anda akan melihat tim baru yang bertabur bintang," tutup Hassan mengakhiri sesi wawancara.
Baca Juga: Liverpool Pecat Arne Slot, Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat Pengganti
"Seluruh dunia sedang menunggu untuk melihat wajah Mesir sebagai tim yang disegani, dengan semua pemain, dan juga dengan Salah."
"Kami tidak ingin bergantung pada 1 bintang tunggal, melainkan mengandalkan kelompok, yang bekerja dalam kerangka sebuah proyek."
Berdasarkan jadwal fase grup, Mesir akan memulai laga perdana melawan Belgia di Seattle sebelum terbang ke Vancouver untuk menghadapi Selandia Baru. Pertualangan awal mereka di Grup G akan ditutup dengan laga penentu kontra Iran pada akhir Juni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
-
Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Terkini
-
Shin Tae-yong Dapat Kuasa Penuh di Persija Jakarta, Manajemen Siap Kasih Pemain Terbaik
-
Prediksi Skor Arab Saudi Vs Uruguay: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Tumbang di Laga Perdana, Moises Caicedo Ingin Timnas Ekuador Segera Bangkit
-
Pelatih Iran Jelang Lawan Selandia Baru: Kami Main untuk Rakyat, Bukan Politik!
-
Tampil Memukau Lawan Timnas Brasil, Liverpool Buru Tanda-tangan Ayyoub Bouaddi?
-
Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker Masuk DPR, Timnas Indonesia Segera Dapat Amunisi Baru
-
Prediksi Skor Belgia vs Mesir: Head to Head, Susunan Pemain, dan Fakta Menarik
-
Piala Dunia 48 Tim Disebut Membosankan, Belasan Negara Kecam Bos UEFA Aleksander Ceferin
-
Jelang Iran vs Selandia Baru, Mehdi Taremi Sebut Perlakuan Buruk AS Rusak Marwah Sepak Bola
-
Timnas Uruguay Alami Keterlambatan Pesawat Parah Menjelang Laga Perdana Melawan Arab Saudi