- Piala Dunia 2026 menerapkan format baru 48 peserta dengan delapan tim peringkat ketiga terbaik melaju ke babak 32 besar.
- Simulasi Opta menunjukkan empat poin menjamin kelolosan, sementara tiga poin memiliki peluang 66,77 persen untuk lolos babak gugur.
- Selisih gol menjadi faktor krusial bagi tim yang mengoleksi poin sama dalam menentukan nasib kelolosan ke fase selanjutnya.
Bahkan, tim dengan selisih gol nol masih memiliki peluang lolos hingga 94,8 persen. Sementara itu, tim yang mencatatkan selisih gol minus satu (-1) masih memiliki probabilitas lolos sebesar 84,2 persen.
Peluang mulai menurun drastis bagi tim yang memiliki selisih gol minus dua atau lebih buruk. Meski demikian, simulasi menunjukkan bahwa tim dengan selisih gol minus lima masih memiliki peluang lolos sebesar 18,1 persen.
Karena itu, selain berburu poin, setiap gol yang dicetak maupun kebobolan berpotensi menjadi penentu nasib sebuah tim di akhir fase grup.
Format Lama yang Kembali Digunakan FIFA
Sistem kelolosan melalui jalur peringkat ketiga terbaik sebenarnya bukan hal baru dalam sejarah Piala Dunia.
Format serupa pernah digunakan pada Piala Dunia 1986, 1990, dan 1994 ketika jumlah peserta masih 24 negara. Saat itu, empat tim peringkat ketiga terbaik berhak melaju ke babak 16 besar bersama juara dan runner-up grup.
Namun terdapat perbedaan penting. Pada era tersebut, kemenangan masih bernilai dua poin, sedangkan saat ini FIFA menggunakan sistem tiga poin untuk setiap kemenangan.
Sebagai contoh, Uruguay dan Bulgaria mampu lolos ke fase gugur Piala Dunia 1986 hanya dengan mengumpulkan dua poin hasil dari dua kali imbang.
Kini, dengan jumlah peserta yang meningkat menjadi 48 tim, persaingan untuk memperebutkan tiket babak gugur diprediksi akan jauh lebih ketat. Setiap poin dan setiap gol dapat menjadi pembeda antara kelolosan dan kegagalan.
Baca Juga: Jadi Andalan Chelsea, Marc Cucurella Ungkap Alasan Gabung Real Madrid
Berita Terkait
-
Pemain Kanada yang Cedera Horor Ternyata Rekan Jay Idzes di Sassuolo
-
Piala Dunia 2026: Pemain Kanada Alami Cedera Horor Usai Dapat Tekel Sembrono Gelandang Qatar
-
Republik Ceko Ditahan Afrika Selatan 1-1, Persaingan Grup A Piala Dunia 2026 Makin Ketat
-
Thomas Tuchel Ungkap Kekurangan Inggris Usai Hajar Kroasia, Soroti Masalah Mentalitas
-
Kiper Tanjung Verde Bahagia Sang Ibu Akhirnya Dapat Visa AS, Bisa Saksikan Langsung Piala Dunia
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung