- Erick Thohir menetapkan Stadion Pakansari sebagai lokasi laga Piala AFF 2026 demi menyesuaikan kapasitas stadion dengan jumlah penonton.
- Pemilihan venue didasarkan pada profil lawan serta upaya menjaga atmosfer pertandingan tetap maksimal saat laga berlangsung nanti.
- PSSI melakukan rotasi penggunaan stadion untuk menjaga kualitas rumput lapangan agar selalu dalam kondisi prima sepanjang musim.
Suara.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir membeberkan alasan di balik keputusan menggunakan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, sebagai salah satu kandang Timnas Indonesia ketimbang Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada ajang Piala AFF 2026. Salah satu pertimbangannya adalah melihat profil lawan dan kebutuhan pertandingan yang akan dijalani skuad Garuda.
Piala AFF 2026 dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang. Tim asuhan John Herdman tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang babak kualifikasi antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Erick menegaskan bahwa tidak semua pertandingan harus digelar di stadion berkapasitas besar seperti GBK. PSSI akan menyesuaikan pilihan venue berdasarkan situasi dan kebutuhan tim.
"Tentu ada beberapa opsi yang kita lakukan. Nanti untuk AFF kita lihat terlebih dahulu. Saya tidak mau menganggap remeh semua lawan karena semua lawan pasti memberikan yang terbaik," kata Erick Thohir di Sarinah, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
"Kita lihat saja di Piala Dunia, Kongo bisa menahan Portugal. Banyak negara Asia juga tampil di atas ekspektasi. Jadi di AFF pun pasti banyak negara akan memberikan yang terbaik," lanjutnya.
Pakansari Dinilai Lebih Ideal untuk Laga Tertentu
Menurut Erick, penggunaan stadion dengan kapasitas yang lebih kecil seperti Pakansari dapat menjadi solusi untuk menjaga atmosfer pertandingan tetap maksimal.
Stadion yang terisi penuh dinilai lebih ideal dibandingkan stadion berkapasitas besar yang menyisakan banyak kursi kosong. Faktor jumlah suporter tim lawan yang datang ke Indonesia juga menjadi pertimbangan.
"Di situlah kita melihat, jika ada negara yang jumlah pendukung yang datang dari negaranya terbatas, mungkin kita akan mempertimbangkan stadion yang lebih kecil," ujarnya.
Baca Juga: Ipswich Town Lawan Oxford United, Duel Pemain Timnas Indonesia Bakal Tersaji?
Namun, untuk pertandingan menghadapi tim-tim besar di kawasan Asia Tenggara, PSSI tetap membuka peluang menggunakan GBK.
"Namun, kalau melawan Vietnam, Thailand, atau tim besar lainnya, kemungkinan kita akan menggunakan stadion besar seperti GBK," kata Erick.
Jaga Kualitas Rumput Stadion
Selain mempertimbangkan kapasitas penonton, PSSI juga ingin menjaga kualitas lapangan stadion yang digunakan Timnas Indonesia sepanjang musim. Karena itu, rotasi penggunaan venue dianggap penting agar kondisi rumput tetap terawat dan berada dalam kondisi terbaik.
"Kita ingin menjaga kapasitas stadion tetap terisi dengan baik dan juga memastikan ada rotasi penggunaan lapangan agar kondisi rumput terus membaik dan tetap prima saat digunakan untuk pertandingan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Klub yang Prioritaskan Pemain Lokal di Super League akan Dapat Bonus dari I.League
-
Ramadhan Sananta Ungkap Alasan Utama Terima Pinangan Persebaya Surabaya
-
Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026
-
Legenda Real Madrid Raul Gonzales Buka Peluang Latih Timnas Indonesia: Kenapa Tidak?
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dedi Kusnandar: Persib Bandung Siap Hadapi Persija di Semifinal Piala Presiden 2026
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat di Triwulan II 2026
-
Wanita Tewas Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Ternyata Mantan Istri Polisi, Apa Motifnya?
-
Kerja Keras Tahan Rupiah Melemah, Gimana Kondisi Cadangan Devisa
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Strategis dalam TPKAD Award 2026 Lewat Program Sultan Muda
-
Digelar Selasa Depan, Ini Susunan Hakim Sidang Eks Menag Yaqut
-
Robert Budi Hartono Jadi Pengendali Baru, Ini Daftar Pemegang Saham BCA
-
BRIN Minta Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar Diterapkan Bertahap
-
Ratusan Pedagang STC Demo HGB Ruko, Wali Kota Pekanbaru Angkat Bicara