Bola / Bola Dunia
Senin, 22 Juni 2026 | 17:59 WIB
Timnas Iran meninggalkan pesan mengharukan di Los Angeles setelah berjuang menghadapi ketatnya pembatasan birokrasi. (FIFA)
Baca 10 detik
  • Timnas Iran meninggalkan pesan damai penuh haru di ruang ganti stadion Los Angeles.

  • Pelatih Amir Ghalenoei mengkritik tajam diskriminasi visa yang merugikan persiapan skuadnya.

  • Iran wajib menang melawan Mesir pada 26 Juni untuk lolos ke babak gugur.

Suara.com - Timnas Iran membuktikan bahwa martabat sepak bola jauh melampaui rumput hijau dan sekat politik luar negeri. Mereka meninggalkan pesan menyentuh di ruang ganti Stadion Los Angeles usai laga lawan Belgia sebelum dideportasi kembali ke Meksiko di laga Piala Dunia 2026.

Langkah ini mencuri perhatian publik di tengah diskriminasi ketat yang mereka terima sepanjang turnamen. Skuad beralias Tim Melli ini menolak tunduk pada tekanan luar lapangan.

"Dari Persia kuno ribuan tahun lalu hingga Iran yang beradab saat ini, semangat Iran tetap hidup dan kokoh," tulis pesan tersebut, dikutip dari ESPN, Senin (22/6/2026).

Dua pemain Timnas Iran dilaporkan mengalami kendala serius saat proses keberangkatan di bandara Amerika Serikat usai laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru. [Instagram]

Tulisan tangan di papan tulis ruang ganti itu menjadi simbol perlawanan kultural yang elegan. Di balik senyum para pemain, tersimpan lelah yang luar biasa akibat jadwal perjalanan yang tidak manusiawi.

"Kami datang ke Los Angeles dengan bangga, bertanding dengan kehormatan, dan pergi dengan bermartabat. Terima kasih, Los Angeles, atas keramahan Anda. Dan terima kasih kepada setiap warga Iran yang memberikan hati, suara, dan jiwa mereka untuk Iran sepanjang 180 menit ini. Semoga perdamaian, rasa hormat, dan persahabatan menang di antara semua bangsa."

Kota Los Angeles sendiri tercatat sebagai rumah bagi komunitas diaspora Iran terbesar di Amerika Serikat. Kehadiran ribuan suporter di stadion menjadi energi tambahan bagi para pemain yang terisolasi.

Hasil Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026. (Instagram/@iran_football_federation)

Namun, dukungan emosional tersebut tidak mampu menghapus fakta bahwa mereka diperlakukan berbeda secara administratif. Pelatih kepala Iran, Amir Ghalenoei, meluapkan rasa frustrasinya atas pembatasan luar biasa yang dialami timnya.

Masalah visa masuk ke Amerika Serikat dan Meksiko membuat persiapan taktik berantakan total. Waktu latihan mereka terpangkas habis hanya untuk mengurus dokumen perjalanan di bandara.

Amir Ghalenoei tanpa ragu menyebut anak asuhnya sebagai "tim paling tertindas di seluruh Piala Dunia."

Baca Juga: Dalih Marcelo Bielsa Usai Uruguay Gagal Menang di 2 Laga Piala Dunia 2026

Pernyataan keras ini didasari oleh realitas bahwa mereka baru mendarat pada Sabtu malam. Mereka langsung dipaksa bertanding pada Minggu siang dan wajib angkat kaki dari AS pada malam harinya.

Kini, fokus Iran sepenuhnya beralih ke laga pamungkas fase grup yang sangat krusial. Perjuangan mereka belum berakhir meski didera kelelahan fisik dan mental.

Iran berhasil mengamankan 2 poin berharga dari hasil imbang melawan Selandia Baru dan Belgia. Hasil ini menjaga asa mereka untuk mencetak sejarah baru di turnamen akbar ini.

Pertandingan terakhir melawan Mesir di Lumen Field, Seattle, pada 26 Juni menjadi penentu nasib. Kemenangan mutlak akan membawa mereka melangkah ke babak sistem gugur.

Konteks ketegangan geopolitik ini bermula dari keputusan panitia yang menempatkan markas latihan Iran di Tijuana, Meksiko. Pembatasan ketat diberlakukan kepada seluruh delegasi Iran bahkan sebelum peluit pertama turnamen berbunyi.

Load More