-
Jerman menyediakan enam pesawat A400M untuk mempercepat distribusi logistik di internal Venezuela.
-
Prancis menerjunkan 85 personel penyelamat khusus pascagempa mematikan yang mengguncang Venezuela.
-
Uni Eropa mengaktifkan sistem satelit Copernicus guna memetakan kerusakan infrastruktur secara real-time.
Suara.com - Eropa langsung mengerahkan armada pesawat angkut militer dan ratusan personel penyelamat guna menembus pusat kehancuran pasca gempa bumi di Venezuela. Langkah cepat ini diambil demi memutus kelumpuhan logistik di wilayah-wilayah yang paling parah terisolasi.
Negara-negara Uni Eropa kini mengubah fokus diplomasi menjadi aksi penyelamatan taktis di lapangan. Kehadiran logistik udara menjadi kunci utama karena jalur darat di lokasi bencana dilaporkan terputus total.
Dikutip dari CNN Internasional, Komisaris Manajemen Krisis Uni Eropa, Hadja Lahbib, menegaskan bahwa penanganan darurat telah berjalan sejak awal.
“Mitra yang didanai Uni Eropa sudah memberikan bantuan di lapangan, Copernicus telah diaktifkan & kami siap meningkatkan bantuan,” ujarnya.
Prancis bergerak cepat dengan mengirimkan puluhan tenaga ahli yang biasa menangani situasi runtuhan kritis. Tim ini dirancang untuk bekerja mandiri tanpa membebani fasilitas lokal yang sedang lumpuh.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa dirinya telah melakukan panggilan telepon dengan Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. Dalam pembicaraan tersebut, Macron mengekspresikan solidaritas dan mempersiapkan bantuan Prancis.
Spanyol juga tidak tinggal diam dengan menyiapkan unit militer khusus yang biasa menangani skenario bencana besar. Kementerian Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa mereka telah menawarkan bantuan darurat kepada Venezuela melalui Unit Darurat Militer dan badan pembangunannya.
Jerman mengambil peran krusial dengan membuka jalur logistik udara yang sangat dibutuhkan untuk distribusi logistik internal. Pasokan makanan dan obat-obatan kini bergantung pada kesiapan armada tersebut.
Kementerian Pertahanan Jerman menyatakan bahwa mereka dapat menyediakan 4 pesawat angkut A400M untuk dukungan darurat. Fasilitas ini bertujuan untuk memungkinkan negara tersebut mengangkut personel dan peralatan ke Venezuela, serta memfasilitasi penerbangan transportasi di dalam Venezuela.
Baca Juga: Update Jumlah Korban Gempa Venezuela: 732 Warga, Ribuan Bangunan Rusak
Pergerakan cepat ini memperkuat gelombang solidaritas global yang sebelumnya sudah diinisiasi oleh Amerika Serikat, China, dan Chile. Italia kini sedang merancang koridor khusus agar bantuan medis bisa sampai ke sasaran tanpa hambatan birokrasi.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyampaikan rasa simpati yang mendalam terhadap situasi darurat ini. Meloni mengatakan bahwa Italia sedang bekerja “untuk segera mengaktifkan setiap saluran bantuan kemanusiaan dan asistensi kepada rekan-rekan senegara kita.”
Kepemimpinan tertinggi Uni Eropa memastikan seluruh sumber daya finansial dan teknologi satelit akan terus memantau pergeseran tanah. Pemantauan ini penting untuk mencegah timbulnya korban susulan di zona bahaya.
“Kami menyampaikan solidaritas kami kepada seluruh rakyat Venezuela menyusul gempa bumi yang menghancurkan tadi malam. Saya memikirkan khususnya para korban dan keluarga mereka,” tulis Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Bencana geologi ini melanda Venezuela pada Rabu malam dan langsung memicu kerusakan infrastruktur skala luas di berbagai kota. Gempa bumi berkekuatan besar tersebut meruntuhkan bangunan pemukiman dan memutus jaringan komunikasi utama negara.
Sebelum bantuan Eropa datang, pemerintah lokal sempat kewalahan memetakan titik korban akibat keterbatasan armada evakuasi. Dukungan internasional kini menjadi tumpuan utama Venezuela untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih dalam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT