Bola / Bola Dunia
Selasa, 30 Juni 2026 | 06:37 WIB
Carlo Ancelotti (Marca)
Baca 10 detik
  • Brasil lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Jepang dua satu.

  • Gol telat Gabriel Martinelli di masa injury time memastikan kemenangan dramatis tim Samba.

  • Carlo Ancelotti sempat menyiapkan Neymar sebelum rencana itu batal karena gol kemenangan tercipta.

Suara.com - Timnas Brasil membuktikan bahwa kematangan mental menjadi pembeda utama saat menghadapi situasi kritis. Skuad asuhan Carlo Ancelotti sukses membalikkan keadaan untuk mendepak Jepang dengan skor tipis 2-1.

Kemenangan dramatis pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 ini mengunci langkah Selecao ke fase berikutnya. Publik di Stadion Houston, Amerika Serikat menjadi saksi ketangguhan taktik raksasa Amerika Selatan tersebut.

Ancelotti tidak panik ketika strategi awal timnya sempat terbaca oleh lawan. Fleksibilitas komposisi pemain dan ketenangan di pinggir lapangan menjadi kunci perubahan permainan Brasil.

Potret Timnas Brasil Piala Dunia 2026 (AMNY)

"Kami tidak kehilangan kesabaran. Kami memiliki banyak opsi, baik pemain di lapangan maupun di bangku cadangan. Jepang bukan lawan yang mudah, mereka sangat terorganisasi dan bermain dengan intensitas tinggi," kata Ancelotti dilansir laman resmi FIFA usai pertandingan.

Kedalaman skuad yang merata membuat sang arsitek lapangan memiliki ruang gerak yang luas. Variasi serangan tetap terjaga meski tekanan dari lini tengah Jepang terus mengalir sepanjang laga.

Ketajaman taktik Ancelotti juga terlihat dari skenario cadangan yang sudah ia susun rapi. Juru taktik asal Italia tersebut rupanya berniat memunculkan kejutan besar di babak tambahan.

Bintang senior Neymar sengaja disimpan untuk menjadi senjata pamungkas jika laga berakhir buntu. Kehadirannya diproyeksikan untuk merusak fokus pertahanan Jepang yang mulai kelelahan.

"Saya menyimpan Neymar untuk perpanjangan waktu. Dia akan masuk pada menit ke-105 bila kami tidak mencetak gol kedua. Saya tidak ingin mengubah struktur tim karena kami bermain dengan baik," ujarnya.

Skenario darurat tersebut akhirnya urung terlaksana karena efektivitas serangan balik di menit akhir. Keputusan mempertahankan kerangka tim terbukti jitu tanpa harus menguras tenaga sang megabintang.

Baca Juga: Air Mata Vinicius Jr Pecah di Piala Dunia 2026, Pesan Nenek Bikin Hati Tersayat

Penyelesaian akhir yang klinis sebelum peluit panjang berbunyi menegaskan kelas Brasil sebagai kandidat juara. Rencana matang Ancelotti berjalan sempurna berkat kedisiplinan para pemain menerjemahkan instruksi.

Sebelum perayaan kemenangan ini, pendukung Brasil sempat dibuat ketar-ketir oleh agresivitas Samurai Biru. Jepang mengejutkan lini belakang Selecao lebih dulu melalui gol sentuhan Kaishu Sano.

Ketinggalan satu bola memaksa Brasil menaikkan tempo permainan dan menekan lebih agresif. Gelandang senior Casemiro kemudian muncul sebagai pemecah kebuntuan dengan mencetak gol penyeimbang.

Gelombang serangan Brasil baru membuahkan hasil total saat memasuki masa krusial injury time. Gabriel Martinelli melepaskan tembakan akurat yang mengoyak jala gawang Jepang sekaligus menyudahi perlawanan sengit tersebut.

Pertemuan kedua tim di Stadion Houston ini mempertegas ketatnya persaingan di fase gugur Piala Dunia 2026. Hasil ini sekaligus memperpanjang napas Brasil dalam memburu trofi emas di tanah Amerika.

Load More