Bola / Bola Dunia
Selasa, 30 Juni 2026 | 06:46 WIB
Hajime Moriyasu, pelatih Timnas Jepang akui skuad Garuda berkembang pesat. (Instagram/1hajimem)
Baca 10 detik
  • Jepang tersingkir tragis dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Brasil.

  • Hajime Moriyasu mengaku sangat terpukul namun berkomitmen menjadikan kekalahan ini sebagai evaluasi total.

  • Gol larut Gabriel Martinelli pada masa injury time memastikan kemenangan dramatis tim Samba.

Suara.com - Kegagalan menyakitkan Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026 memicu kekecewaan mendalam bagi sang pelatih. Hajime Moriyasu langsung mengalihkan fokus untuk mengevaluasi performa tim demi membangun fondasi skuad yang jauh lebih tangguh.

Langkah menjanjikan Samurai Biru terhenti secara tragis setelah ditumbangkan Brasil lewat drama gol menit akhir. Pertempuran sengit di Houston Stadium tersebut memaksa wakil Asia tersebut mengemasi koper mereka lebih cepat.

Arsitek taktik Jepang tidak mampu menyembunyikan rasa bersalah dan kesedihan mendalam atas hasil minor ini. Kendati demikian, ia tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap determinasi luar biasa yang ditunjukkan anak asuhnya.

Timnas Jepang. (fifa.com)

"Saya sangat kecewa karena kami harus meninggalkan turnamen ini pada tahap ini. Namun, para pemain telah memberikan segalanya hari ini, sama seperti yang mereka lakukan sepanjang perjalanan hingga mencapai babak ini," kata Moriyasu yang dilansir laman resmi FIFA, Selasa (30/6/2026).

Keunggulan cepat di paruh pertama melalui eksekusi matang Kaishu Sano sempat membuka asa besar bagi publik Jepang. Sayangnya, pertahanan mereka lengah pada periode krusial hingga membiarkan lawan membalikkan keadaan.

Gempuran bertubi-tubi Selecao melahirkan petaka melalui gol penyeimbang Casemiro menjelang akhir waktu normal. Mimpi buruk Jepang akhirnya menjadi kenyataan ketika Gabriel Martinelli melesakkan gol kemenangan pada masa injury time.

Moriyasu menegaskan bahwa runtuhnya konsentrasi di detik-detik akhir pertandingan akan menjadi bahan analisis utama tim pelatih. Ia memuji dedikasi seluruh elemen staf yang telah memeras keringat demi mempersiapkan tim ini.

Kekalahan kompetitif dengan skenario seperti ini diakui sangat memukul mentalitas bertanding seluruh anggota tim nasional Jepang. Sang pelatih memilih bertanggung jawab penuh atas hasil akhir yang tidak sesuai dengan target federasi tersebut.

"Saat ini saya benar-benar terpukul setelah memberikan semua yang kami miliki. Namun, saya ingin menerima hasil ini dan menjadikannya sebagai pelajaran agar kami bisa menjadi tim yang lebih kuat lagi," ujar pelatih berusia 57 tahun itu.

Baca Juga: 12 Laga Tanpa Kalah, Casemiro Ukir Rekor Gila di Piala Dunia 2026

Hasil minor tersebut otomatis menutup lembaran perjuangan penuh liku dari Samurai Biru di kancah sepak bola sejagat. Sementara itu, Brasil berhak melaju ke babak 16 besar untuk menantang pemenang antara Pantai Gading atau Norwegia.

Sebelum menembus putaran final di Amerika Serikat, Jepang menunjukkan grafik performa yang sangat meyakinkan selama kualifikasi. Skuad asuhan Hajime Moriyasu digadang-gadang mampu melangkah jauh melampaui pencapaian edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya.

Pertemuan kontra raksasa Amerika Selatan ini menjadi ujian terbesar sekaligus tolok ukur kapasitas sepak bola modern Jepang. Kekalahan dramatis ini memperpanjang catatan evaluasi mereka saat menghadapi tim-tim elite berskala global.

Load More