-
Norwegia kembali menurunkan skema terbaiknya demi mengamankan kemenangan krusial di babak gugur.
-
Erling Haaland berpeluang menyamai rekor gol beruntun 72 tahun milik legenda Sandor Kocsis.
-
Pantai Gading mengandalkan organisasi pertahanan solid untuk meredam agresivitas lini serang lawan.
Gaya bermain Pantai Gading yang mengandalkan keunggulan fisik dan transisi cepat sebenarnya bukan hal asing bagi lini pertahanan Norwegia.
Pasukan Solbakken sudah memegang modal berharga setelah sukses menumbangkan Senegal dengan skor ketat 3-2 pada fase sebelumnya.
Secara historis, armada Skandinavia ini memiliki catatan impresif dengan hanya menelan 2 kekalahan dari total 19 duel kontra wakil Afrika.
Sebaliknya, Pantai Gading justru kerap kesulitan karena hanya mampu memetik 1 kemenangan dari 5 perjumpaan dengan tim Eropa.
4. Celah Pertahanan Rapuh Norwegia Menjadi Kartu As Emerse Fae
Meski lini serang Norwegia sangat menakutkan, pelatih Pantai Gading tahu betul adanya kelemahan fatal di sektor belakang lawan.
Gawang Norwegia tercatat selalu kebobolan dalam tiga pertandingan fase grup, dengan total 7 gol yang sudah bersarang.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan soliditas armada Si Gajah yang sukses mengemas 2 catatan laga tanpa kebobolan.
Umpan-umpan silang akurat dari Yan Diomande serta pergerakan agresif Franck Kessie diproyeksikan menjadi senjata utama untuk mengeksploitasi titik lemah tersebut.
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026, Casemiro Ungkap Sebab Bangkitnya Brasil Hingga Singkirkan Jepang
5. Duel Kreativitas Lini Tengah Sebagai Penentu Tiket Babak 16 Besar
Pertempuran di sektor tengah lapangan akan menjadi penentu utama jalannya laga hidup mati ini.
Pantai Gading dipastikan bakal menerapkan pressing ketat demi mengisolasi Martin Odegaard agar tidak bisa menyuplai bola ke lini depan.
Namun, Norwegia memiliki alternatif serangan balik melalui umpan panjang langsung dari bek Torbjorn Heggem maupun kiper Orjan Nyland.
Jika lini pertahanan Pantai Gading gagal meredam variasi serangan ini, pemenang laga sudah dipastikan akan menantang Brasil di fase berikutnya.
Laga babak knock-out ini menjadi momen bersejarah bagi Pantai Gading yang baru pertama kali lolos dari penyisihan grup.
Pelatih Emerse Fae menegaskan anak asuhnya tidak ingin sekadar menjadi tim pelengkap yang langsung gugur di fase gugur perdana.
Di kubu berseberangan, keputusan Solbakken merombak total starternya saat melawan Prancis membuktikan bahwa fokus penuh Norwegia telah lama dialihkan pada laga penentuan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?