Bola / Bola Indonesia
Selasa, 30 Juni 2026 | 13:45 WIB
Carlo Ancelotti (FIFA)
Baca 10 detik

Carlo Ancelotti menjadi sosok kunci di balik kebangkitan Brasil berkat ketenangan dan perubahan taktik pada babak kedua.

Keputusan mempertahankan Casemiro serta memasukkan Endrick dan Gabriel Martinelli terbukti menjadi titik balik kemenangan Selecao.

Kemenangan 2-1 atas Jepang menyelamatkan Brasil dari potensi kegagalan terburuk di fase gugur Piala Dunia sejak 1990 sekaligus mengantar mereka ke babak 16 besar.

Perubahan taktik membuat Brasil mendominasi permainan.

Data field tilt menunjukkan Selecao menguasai hingga 80 persen operan di sepertiga akhir lapangan lawan sepanjang babak kedua.

Jepang yang semula mengandalkan serangan balik akhirnya dipaksa bertahan di area sendiri.

Ancelotti kembali menunjukkan ketepatan membaca pertandingan dengan memasukkan Gabriel Martinelli menggantikan Matheus Cunha pada penghujung laga.

Keputusan itu berbuah manis. Martinelli mencetak gol kemenangan pada masa injury time dan memastikan Brasil menang 2-1 sekaligus melaju ke babak 16 besar.

Hasil tersebut juga menyelamatkan Brasil dari potensi tersingkir pada putaran pertama fase gugur, sesuatu yang terakhir kali mereka alami di Piala Dunia 1990.

Mental Brasil Mulai Terbentuk

Kemenangan dramatis atas Jepang menjadi bukti bahwa Brasil mulai memiliki ketahanan mental yang selama ini kerap dipertanyakan.

Ini merupakan kemenangan kedua Brasil dalam sembilan pertandingan Piala Dunia ketika sempat tertinggal lebih dahulu.

Baca Juga: Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun

Meski permainan Selecao masih menyisakan sejumlah evaluasi, kepemimpinan Ancelotti kembali menunjukkan pengaruh besarnya dalam mengelola jalannya pertandingan.

Fokus yang sebelumnya tertuju kepada para pemain bintang seperti Vinicius Junior kini mulai bergeser kepada kejeniusan taktik Ancelotti yang mampu memaksimalkan potensi skuadnya.

Dengan sentuhan sang pelatih, Brasil menjaga asa mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara dunia yang telah berlangsung selama 24 tahun.

Load More