Carlo Ancelotti menjadi sosok kunci di balik kebangkitan Brasil berkat ketenangan dan perubahan taktik pada babak kedua.
Keputusan mempertahankan Casemiro serta memasukkan Endrick dan Gabriel Martinelli terbukti menjadi titik balik kemenangan Selecao.
Kemenangan 2-1 atas Jepang menyelamatkan Brasil dari potensi kegagalan terburuk di fase gugur Piala Dunia sejak 1990 sekaligus mengantar mereka ke babak 16 besar.
Perubahan taktik membuat Brasil mendominasi permainan.
Data field tilt menunjukkan Selecao menguasai hingga 80 persen operan di sepertiga akhir lapangan lawan sepanjang babak kedua.
Jepang yang semula mengandalkan serangan balik akhirnya dipaksa bertahan di area sendiri.
Ancelotti kembali menunjukkan ketepatan membaca pertandingan dengan memasukkan Gabriel Martinelli menggantikan Matheus Cunha pada penghujung laga.
Keputusan itu berbuah manis. Martinelli mencetak gol kemenangan pada masa injury time dan memastikan Brasil menang 2-1 sekaligus melaju ke babak 16 besar.
Hasil tersebut juga menyelamatkan Brasil dari potensi tersingkir pada putaran pertama fase gugur, sesuatu yang terakhir kali mereka alami di Piala Dunia 1990.
Mental Brasil Mulai Terbentuk
Kemenangan dramatis atas Jepang menjadi bukti bahwa Brasil mulai memiliki ketahanan mental yang selama ini kerap dipertanyakan.
Ini merupakan kemenangan kedua Brasil dalam sembilan pertandingan Piala Dunia ketika sempat tertinggal lebih dahulu.
Baca Juga: Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
Meski permainan Selecao masih menyisakan sejumlah evaluasi, kepemimpinan Ancelotti kembali menunjukkan pengaruh besarnya dalam mengelola jalannya pertandingan.
Fokus yang sebelumnya tertuju kepada para pemain bintang seperti Vinicius Junior kini mulai bergeser kepada kejeniusan taktik Ancelotti yang mampu memaksimalkan potensi skuadnya.
Dengan sentuhan sang pelatih, Brasil menjaga asa mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara dunia yang telah berlangsung selama 24 tahun.
Berita Terkait
-
Berkat Martinelli, Brasil Singkirkan Jepang dan Lolos ke Babak 16 Besar
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Daftar Pemain dengan Assist Terbanyak Piala Dunia 2026, Ada Olise dan Isak
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
Julian Nagelsmann Nilai Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Elite Dunia Usai Gugur di Piala Dunia 2026
-
Noussair Mazraoui Sesumbar usai Depak Belanda: Maroko Kini Sejajar dengan Tim Elit Dunia
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Mariano Peralta Pilih Persib Dibanding Persija karena Ingin Tampil di Asia?
-
Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan
-
DPR RI Setujui Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery! Selangkah Lagi Bela Timnas Indonesia
-
Pemain Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026 Mulai Terungkap!
-
Miroslav Koubek Mundur dari Kursi Kepelatihan Ceko Usai Kegagalan Total di Piala Dunia 2026
-
Tersingkir Dramatis, Moriyasu Sebut Jepang Makin Dekati Level Brasil