- Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan kapal pesiar J7 Explorer milik swasta berlogo Kemhan bukan aset pemerintah.
- Kapal milik pengusaha Haji Isam tersebut dikerahkan untuk memobilisasi logistik program ketahanan pangan nasional.
- J7 Explorer berfungsi sebagai pangkalan bergerak untuk mendukung proyek pencetakan sawah di Wanam Papua Selatan serta Kalimantan dan Sumatera.
Suara.com - Kapal pesiar J7 Explorer yang viral karena menggunakan logo Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI ternyata bukan aset pemerintah.
Kapal tersebut merupakan milik swasta yang digunakan untuk mendukung kepentingan negara, khususnya mobilisasi logistik program ketahanan pangan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kapal tersebut dikerahkan untuk mendukung program ketahanan pangan di sejumlah wilayah, termasuk Wanam, Papua Selatan, Kalimantan, dan Sumatera.
"Kapal digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Wanam, Papua Selatan, serta wilayah Kalimantan dan Sumatera," kata Rico dikutip dari ANTARA, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Rico, logo Kemhan ditempel pada lambung kapal karena penggunaannya ditujukan untuk kepentingan negara. Logo tersebut menjadi penanda bahwa aktivitas kapal berkaitan dengan kegiatan di bawah otoritas pemerintah.
"Jadi, yang perlu dipahami adalah kepemilikan kapal tetap berada pada pihak swasta, sedangkan penggunaannya diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional," ujarnya.
Kapal J7 Explorer sebelumnya menjadi sorotan setelah sejumlah akun media sosial mengunggah foto kapal pesiar tersebut dengan logo Kemhan yang terpampang di bagian lambung.
Milik Haji Isam
Belakangan diketahui kapal tersebut merupakan bagian dari aset milik pengusaha Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam. J7 Explorer dikelola melalui perusahaan Jhonlin Marine Transport.
Baca Juga: Gempa NTT Tewaskan 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Butuh Makanan
Kapal ekspedisi sepanjang sekitar 120 meter itu bukan sekadar digunakan sebagai alat transportasi.
Di proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, kapal tersebut dikabarkan dimanfaatkan sebagai pangkalan bergerak atau floating base camp.
Pemanfaatan kapal sebagai pangkalan bergerak berkaitan dengan kondisi geografis Papua Selatan yang memiliki wilayah luas dengan akses dan infrastruktur darat yang terbatas.
Dalam proyek tersebut, J7 Explorer berfungsi sebagai salah satu titik pendukung operasional, mulai dari tempat tinggal sementara tenaga ahli hingga pusat koordinasi dan mobilisasi kebutuhan logistik di lokasi proyek.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan
-
Ayah, Aku Hanya Ingin Didengar
-
Perjuangan Kang Edai di Kemiren, Merajut Asa Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Lebih dari Sekadar Kopi dan Hujan: Membedah Makna Spiritual Lirik Bersenja Gurau
-
Persija Jakarta Uji Kekuatan 2 Tim Thailand, Bukan Lawan Sembarangan
-
Apa Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum? Ini 5 Cara Mengatasinya
-
Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026
-
Gempa NTT Tewaskan 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Butuh Makanan
-
8 Benda di Kamar Tidur yang Bisa Menghalangi Datangnya Jodoh Menurut Feng Shui
-
Bukan Sekadar Dayang: Genduk Duku dan Perempuan yang Melawan Kuasa