- Senegal percaya diri menghadapi Belgia meski kehilangan Edouard Mendy, dengan Pape Bouna Thiaw menegaskan fase gugur adalah "kompetisi baru".
- Singa Teranga lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik usai menang telak 5-0 atas Irak dan siap membuat kejutan di babak 32 besar.
- Mory Diaw akan menggantikan Mendy di bawah mistar, sementara sang kiper utama tetap hadir untuk memberikan dukungan moral kepada tim.
"Ini adalah kompetisi yang berbeda mulai besok dan bukan karena Anda finis di puncak grup, maka Anda tidak akan tersingkir," tutur Pape Bouna Thiaw.
Menurutnya, kekalahan dari Prancis dan Norwegia lebih banyak dipengaruhi kesalahan individu yang tidak boleh terulang.
Senegal Tanpa Edouard Mendy
"Gol-gol yang kami kebobolan itu terkait dengan banyak kesalahan individu. Ketika Anda menghadapi Prancis dan Norwegia, Anda tidak boleh melakukan kesalahan seperti itu," jelas Pape Bouna Thiaw.
Kabar kurang baik datang dari lini belakang Senegal yang dipastikan tampil tanpa kiper utama Edouard Mendy.
Mendy mengalami cedera saat menghadapi Norwegia sehingga kembali ke klubnya di Arab Saudi, Al-Ahli, untuk menjalani pemeriksaan medis.
Posisinya akan kembali diisi Mory Diaw yang dipercaya mengawal gawang Senegal menghadapi Belgia.
Meski absen bermain, Mendy tetap akan hadir bersama skuad untuk memberikan dukungan moral.
"Edouard Mendy pergi kembali ke klubnya, tetapi dia akan kembali bersama kami malam ini," kata Pape Bouna Thiaw.
Baca Juga: Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda
Pihak tim menyambut baik kehadiran kiper senior tersebut meski belum cukup fit untuk tampil.
"Dia akan bersama kami besok, meskipun dia tidak akan cukup fit untuk bermain," tambah Pape Bouna Thiaw.
Kehadiran Mendy di ruang ganti diharapkan mampu menambah motivasi rekan-rekannya dalam laga krusial tersebut.
Kini, publik menantikan apakah strategi "kompetisi baru" yang diusung Thiaw mampu menghadirkan kejutan dan memulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
-
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
-
Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum
-
Belanda Remuk di Piala Dunia 2026: Koeman Mundur dan Rasisme Pemain Merebak
-
Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?
-
Piala Dunia 2026 Patahkan Logika Statistik: Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
Terkini
-
Thomas Tuchel Waspadai Perlawanan RD Kongo di Tengah Krisis Lini Belakang
-
Jeremy Doku Kembali! Skuad Belgia Lengkap Hadapi Senegal di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
-
Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum
-
Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?
-
Piala Dunia 2026 Patahkan Logika Statistik: Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
-
Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda
-
Haaland Kembali Jadi Pahlawan meski Norwegia Minim Peluang, Pelatih: Dia Finisher Terbaik di Dunia
-
Swedia Digilas Tiga Gol, Gary Neville Sebut Timnas Perancis Berada di Level yang Berbeda
-
Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!