- Kiper Spanyol, Unai Simon, berpeluang memecahkan rekor dunia 517 menit tanpa kebobolan milik Walter Zenga saat melawan Austria.
- Simon mencatatkan 429 menit tanpa kebobolan berkat dominasi penguasaan bola Spanyol serta lini pertahanan yang sangat solid.
- Laga melawan Austria menjadi penentu sejarah bagi Simon setelah ia hanya melakukan tiga penyelamatan penting selama turnamen.
Suara.com - Kiper Timnas Spanyol, Unai Simon, hanya selangkah lagi mencetak rekor dunia sebagai penjaga gawang dengan menit tanpa kebobolan terpanjang di Piala Dunia.
Unai Simon berpeluang melampaui catatan legendaris Walter Zenga jika mampu menjaga gawangnya tetap bersih saat menghadapi Austria.
Hingga saat ini, Simon telah mencatatkan 429 menit tanpa kebobolan sejak Piala Dunia 2022.
Jika kembali mencatat clean sheet selama 90 menit, ia akan melewati rekor 517 menit milik Zenga yang bertahan sejak 1990.
Menariknya, performa impresif ini tidak diwarnai banyak aksi penyelamatan spektakuler.
Sepanjang Piala Dunia 2026, Simón hanya melakukan tiga penyelamatan penting, menunjukkan minimnya ancaman ke gawang Spanyol.
Dominasi permainan menjadi faktor utama di balik catatan tersebut.
Spanyol konsisten menguasai bola hingga dua pertiga waktu pertandingan lewat gaya khas tiki-taka, sehingga lawan kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Di bawah asuhan pelatih Luis de la Fuente, lini pertahanan Spanyol tampil sangat solid.
Baca Juga: Mustahil Diselesaikan dalam 4 Hari! Tuchel Bongkar Masalah Inggris Jelang Lawan Meksiko
Berdasarkan data Opta, total peluang yang diberikan kepada lawan hanya menghasilkan 0,18 expected goals (xG), terendah di antara semua tim di turnamen ini.
Kepercayaan penuh dari sang pelatih juga menjadi kunci konsistensi Simon.
“Unai sudah lama diragukan, tapi saya berharap sekarang semua orang mengakui kualitasnya. Dia pemain dengan perjalanan luar biasa,” ujar De la Fuente dilansir dari O Globo.
Selain kuat dalam permainan terbuka, Unai Simon juga dikenal tangguh dalam adu penalti.
Simon memiliki rasio penyelamatan sekitar 21 persen sepanjang kariernya, bahkan lebih tinggi dalam situasi adu penalti.
Meski demikian, tantangan berat menanti saat menghadapi Austria.
Berita Terkait
-
Mustahil Diselesaikan dalam 4 Hari! Tuchel Bongkar Masalah Inggris Jelang Lawan Meksiko
-
Sorot Mata dan Gestur Badan Rayan Cherki Picu Spekulasi Keretakan di Timnas Prancis
-
Kegagalan di Piala Dunia 2026 Berubah Jadi Krisis di Korsel, Pemerintah Turun Tangan
-
3 Fakta Menarik Jelang Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Reuni Emosional Vladimir Petkovic
-
Dikalahkan Belgia 2-3, Senegal Tak Mampu Ulang Memori Piala Dunia 2002
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
PNM Peduli Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa di Nusa Tenggara Timur
-
Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung
-
Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang
-
Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen
-
Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?
-
Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan
-
Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian
-
Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo
-
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Masih Layakkah Thom Haye Dijuluki The Profesor? Bung Towel Kasih Pernyataan Kontroversial