-
Swiss bersiap menghadapi Aljazair pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Vancouver.
-
Laga ini menjadi momen reuni emosional bagi pelatih Aljazair yang merupakan mantan arsitek Swiss.
-
Swiss mengandalkan kolektivitas tim, sementara Aljazair bertumpu pada serangan balik lewat sektor sayap.
Suara.com - Babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion BC Place, Vancouver, mempertemukan Swiss dan Aljazair dalam laga hidup-mati. Pertandingan ini menjadi sangat menarik karena sarat akan bumbu sejarah dan adu strategi yang intens.
Kedua tim membawa modal dan ambisi besar untuk mengamankan tiket menuju babak 16 besar.
Berikut adalah 3 fakta penting yang melatari bentrokan sengit antara wakil Eropa dan Afrika ini.
1. Reuni Emosional Sang Mantan
Pertandingan ini bakal menguras emosi bagi pelatih Aljazair saat ini, Vladimir Petkovic. Juru taktik tersebut merupakan sosok yang membangun fondasi kekuatan utama generasi emas skuad Swiss.
Petkovic tercatat pernah menakhodai armada La Nati dalam rentang waktu yang cukup lama, yakni periode 2014-2021.
Di bawah arahannya, Granit Xhaka dan kolega bahkan sukses menembus babak perempat final Euro 2020.
2. Ketangguhan Taktik Murat Yakin
Murat Yakin datang ke fase gugur ini dengan membawa kepercayaan diri yang sangat tinggi. Skuad asuhannya berhasil melaju dari penyisihan grup tanpa menelan satu pun kekalahan.
Baca Juga: Harry Kane Tempel Lionel Messi di Daftar Top Skor Piala Dunia 2026
Gaya main solid serta skema serangan balik cepat menjadi andalan utama Yakin sejauh ini.
Kombinasi pemain senior yang kenyang pengalaman di liga elite Eropa membuat mereka sangat diunggulkan.
3. Ancaman Sayap Kilat Aljazair
Aljazair lolos ke babak 32 besar setelah melalui perjuangan yang sangat dramatis di grup. Meski menorehkan masing-masing 1 kemenangan, seri, dan kalah, daya juang mereka tidak bisa diremehkan.
Senjata utama mereka terletak pada kecepatan operasi sektor sayap yang dihuni pemain lincah.
Kehadiran sosok kreatif seperti Riyad Mahrez diprediksi menjadi pembeda yang merepotkan pertahanan lawan.
Menilik rekor masa lalu, tim nasional Swiss memang mempunyai pencapaian yang lebih mentereng. Mereka tercatat sudah 3 kali menembus babak perempat final pada edisi 1934, 1938, dan 1954.
Di sisi lain, prestasi tertinggi Aljazair baru mencapai babak 16 besar pada Piala Dunia 2014.
Pertemuan kedua negara dalam laga uji coba sebelumnya juga menunjukkan kekuatan yang relatif berimbang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan
-
Kesadaran Jaminan Hari Tua: Jangan Jadikan Anak sebagai Dana Pensiun
-
Jakarta Akan Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Link Live Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya
-
Purbaya Mau Tambah Layar Digital IFP ke Tiap Kelas di Sekolah, Janji Siapkan Anggaran
-
Purbaya Yakin PFII Bisa Tarik Dana Asing Lebih dari Rp 500 Triliun
-
Lengkap! Daftar Nama Anggota Paskibraka Nasional 2026 di Istana Negara
-
Daftar Harga HP Infinix Agustus 2026, Lengkap Seri Gaming hingga Entry Level
-
Bantuan Sembako dari Presiden Mulai Didistribusikan ke Wilayah Terdampak Gempa NTT
-
BRI Peduli Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores