- Kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 memicu krisis tata kelola serta investigasi pemerintah terhadap Asosiasi Sepak Bola Korea.
- Pelatih Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri setelah menghadapi gelombang protes keras dari publik atas buruknya performa tim.
- Pemerintah menyelidiki transparansi federasi karena adanya dugaan pelanggaran prosedur dalam penunjukan pelatih serta masalah integritas internal organisasi.
Suara.com - Kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia 2026 berubah menjadi krisis besar yang melampaui ranah olahraga.
Gelombang protes publik hingga tekanan politik membuat pemerintah turun tangan menyelidiki Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA).
Tersingkir di fase grup meski format turnamen meloloskan lebih banyak tim, Korea Selatan justru memicu kemarahan luas.
Dalam beberapa hari terakhir, demonstrasi terjadi baik di jalanan maupun media sosial, menyoroti buruknya tata kelola sepak bola nasional.
Puncak kemarahan publik terjadi saat mantan pelatih Hong Myung-bo tiba di Bandara Incheon.
Ia disambut cemoohan, spanduk protes, bahkan ancaman serius, hingga pengamanan harus diperketat.
Tekanan terhadap sang pelatih semakin besar setelah Presiden Korea Selatan, Lee Jae-Myung, secara terbuka menyebutnya tidak kompeten.
Hong akhirnya mundur hanya empat hari setelah kekalahan 0-1 dari Afrika Selatan yang memastikan eliminasi tim.
Di Piala Dunia 2026, Korea Selatan hanya meraih satu kemenangan dan dua kekalahan.
Baca Juga: 3 Fakta Menarik Jelang Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Reuni Emosional Vladimir Petkovic
Namun, kritik terhadap pelatih disebut hanya bagian kecil dari persoalan yang lebih besar.
Krisis tata kelola di tubuh KFA menjadi sorotan utama publik dan pemerintah.
Penunjukan Hong pada 2024 disebut tidak melalui prosedur yang semestinya, termasuk mengabaikan rekomendasi komite seleksi.
Keputusan ini memicu kecurigaan publik terhadap transparansi dan integritas federasi.
Presiden KFA, Chung Mong-gyu, kini menjadi sasaran investigasi dan tekanan hukum.
Ia bahkan telah dipanggil untuk memberikan keterangan, sementara kasus ini turut menarik perhatian FIFA karena adanya dugaan campur tangan pemerintah.
Berita Terkait
-
3 Fakta Menarik Jelang Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Reuni Emosional Vladimir Petkovic
-
Dikalahkan Belgia 2-3, Senegal Tak Mampu Ulang Memori Piala Dunia 2002
-
Moussa Niakhate Menyesali Detail Kecil yang Menghancurkan Mimpi Senegal di Piala Dunia 2026
-
Cerita Korban Penjualan Tiket Spekulatif Piala Dunia 2026, Sudah Bayar Rp 107 Juta Tapi Zonk
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9
-
Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run
-
Gempa Flores, Ratusan Paket Bantuan Darurat Disalurkan ke Lima Titik Pengungsian